SANANA, Terbitan.com – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Minyak Tanah di wilayah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara mengalami kelangkaan dalam beberapa bulan terakhir juga harga Mitan mahal.
Pasalnya, harga Minyak Tanah dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Sula melambung naik dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan Pemerintah yakni Rp 4.500 per liter pangkalan Minyak Tanah. Semenatara harga Mitan per liter di pengecer bervariasi.
Harga Minyak Tanah melambung naik hingga Rp 5.500 per liter di tangan pengecer setelah diambil dari pangkalan Minyak Tanah resmi.
Tidak saja itu, kelangkaan Mitan pula dimanfaatkan warga pengecer di luar wilayah Kabupaten Kepulauan Sula seperti di daerah-daerah pelosok atau terpencil, sehingga harga Minyak Tanah per liter mencapai Rp 6.000 sampai Rp 7.000 hingga 8.000, “kata sala oknum PNS yang namanya tak mau dipubliksikan, Jum’at (20/1/23)
Lanjut Sumber, Ada beberapa pangkalan Mitan dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Sula
banyak antrean jerigen kosong milik warga. Diduga kuat ada pangkalan Minyak Tanah yang “nakal” bermain mata dengan oknum yang melakukan bisnis BBM subsidi untuk warga.
Mirisnya, disinyalir ada pangkalan Minyak Tanah yang mendapat pasokan dari Agen sesuai permintaan. Namun, kebiasaan buruk hanya dijual satu atau dua ton untuk warga, sementara 3 ton dijualkan pada oknum warga yang tak bertanggungjawab.
Terbukti di Desa PasIpa marak aktivitas penyelundupan Minyak Tanah illegal oleh oknum warga ke Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu. Disaksikan media, mobilisasi motor laut pengangkut jerigen berisi Mitan ramai lalu lalang di jalur laut menuju Desa Pasipa
“Namun minyak tersebut sebanyak
lima ton hingga sepuluh ton
sebagian yang diturunkan di Desa Pasipa, yang sisanya dibawah ke Kabupaten Pulau Taliabu, “ucap Sumber. {in}


