SANANA,Terbitan,com| Sejumlah pengecer di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara terus mendistribusikan minyak tanah (Mitan) bersubsidi kepada masyarakat yang datang dari Pulau Mangole dengan harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), namun
Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan minyak tanah diduga bekerja tidak maksimal.
Pantauan media ini, Minggu (12/2/23),
Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan diduga bekerja tidak maksimal, sehingga membuka peluang bagi pengecer yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi
“Dengan melakukan penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi dengan berbagai cara seperti, melakukan penjualan di setiap masyarakat yang datang dari Pulau Mangole dengan menggunakan motoris di belakang toko dengan harga Rp 7.000 per liter hingga Rp 8.000 per liter.
Namun Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan diduga tidak melakukan penindakan penyalahgunaan BBM minyak tanah bersubsidi tersebut.
“Sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan BBM minyak tanah bersubsidi pada suatu daerah, dan hal ini akan berpotensi menimbulkan bukan saja kerawanan sosial dan ekonomi, bahkan dapat memicu kerawanan politik.
Perlu diketahui bersama, hingga berita ini diturunkan reporter Terbitan,com terus berupaya untuk mengkonfirmasi
Tim Satgas penanganan minyak tanah bersubsidi terkait untuk memperimbang berita di atas. {in}


