Pergantian Tiga Kapolres, Kasus OTT Masih Mengendap

SANANA, terbitan.com  – Masa Aksi yang tergabung dalam Front Bersama Anti Korupsi yang terdiri Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mendesak Polres Kepulauan Sula segera usut tuntas kasus Oprasi Tangkap Tangan (OTT) 2017 lalu.

Massa aksi menilai, selama kepemimpinan tiga pejabat penegak hukum di Polres Kepulauan Sula terdahulu, Kasus OTT masih mengendap. “ucap massa aksi dalam orasinya, Senin (23/12)

Bacaan Lainnya

Mereka melakukan aksi damai di dua lokasi, depan Mapolres Kepulauan Sula dan depan kantor Kejari Kepulauan Sula. Aksi ini dilakukan bertepatan dangan Kapolres Kepulauan Sula yang baru, AKBP. Muhammad Irvan 

Massa membawa tuntutan mengusut secara tuntas kasus OTT Oknum DPRD Kepulauan Sula 2017 lalu, mendesak Kejaksaan Kepulauan Sula bekerja sama dan memberikan petunjuk kepada penyidik Polres Kepulauan Sula agar bisa membongkar kasus OTT tersebut.

“Segera tetapkan status hukum kasus OTT 2017, P-21 atau SP3 dan Kembalikan marwah DPRD Kepulauan Sula, “ungkap Kordlap Arfa Sibela dalam orasinya.

Perlu diketahui, Bahwa Kasus penangkapan Oprasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Polres Kepulauan Sula pada hari Sabtu 8 Juli 2017 lalu, atas dugaan pungutan liar. Kasus ini melibatkan sejumlah pejabat saat ini yakini Kepala Dinas PU Kepsul berinisial IK alias Ikram, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepsul berinisial MI alias Maun, Kabid Laut dan Udara Dishub Kepsul berinisial YF alias Yusman, Kasubag Renkeu Dinas PU berinisial MA alias Ari, Bendahara Dishub Kepsul berinisial L dan staf Sekretariat DPRD Kepsul berinisial YU alias Yeti, dan anggota DPRD Kepsul YK alias Yukir.

Penangkapan tersangka itu terkait dengan sejumlah BPK atas Laporan Hasil Penghitungan (LHP) 2016. Hasil temuan itu ditindaklanjuti dengan pembentukan pansus. Belakangan diketahui rapat pansus tidak dilakukan di kantor namun di rumah oknum anggota DPRD.

Pansus kemudian meminta mahar kepada dinas yang masuk dalam temuan. Pasca penangkapan mereka langsung ditahan sesuai dengan surat perintah penahanan masing-masing tersangka yakni,
IK nomor: SP HAN/37/VIi/2017/Reskrim, MI nomor: SP HAN/38/VII/ 2017/Reskrim, YF nomor: SP HAN/39/VII/2017/Reskrim, MA nomor: SP HAN/340/VII/ 2017/Reskrim, L nomor: SP HAN/41/VII/2017/Reskrim, dan tersangka YU nomor: SP HAN/42/VII/2017/Reskrim, tertanggal 14 Juli 2017 Polres Kepulauan Sula. Tak berselang lama para tersangka dibebaskan. [GNS]

Pos terkait