Salem Jadi Korban, HCW Meminta Kejati Malut Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Beras Raskin

  • Bagikan

SANANA, Terbitan.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara didesak usut kembali kasus dugaan penyimpangan beras bantuan masyarakat miskin (Raskin) 12 Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) anggaran 2014 lalu.

Pasalnya, Penetepan tersangka terhadap saudara Salem Saupala oleh Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula, terkait dengan kasus penyimpangan beras raskin dinilai sala alamat, karena saudara Salem Saupala, tidak bersalah dalam kasus tersebut.

Sesuai dengan penyelusuran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Halmahera Coruption Wacth (HCW) Maluku Utara (Malut) sepekan terakhir menemukan sejumlah fakta dan data persidangan menyebutkan, bahwa Salem Saupala hanya seorang pekerja buru di Cv. Anugerah Wahyu sebagai pesuru pengatar barang oleh pemilik kontrak Cv. Anugerah Wahyu, Yosep Makpal

Baca juga:  SMA Negeri I Kepsul Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Namun ada dugaan kuat konspirasi busuk antara Yosep Makpal alias
Ko Ayun dengan Kejaksan Negeri Kepulauan Sula, sehingga saudara Salem Saupala jadi korban dan kini terperangkap di jeruji besi Rutan kelas IIB Ternate,” ungkap wakil Direktur HCW Malut Rajak Idrus kepada media ini, Kamis (11/02/21)

“Sudara Salem Saupala bukan sebagai kontraktor atau pihak ketiga dalam pengadaan beras raskin dan juga tidak dilibatkan dalam panetia dalam perusahaan atas pengadaan beras raskin di Kabupaten Kepulauan Sula 2014 lalu, “ungkapnya.

Menurut Rajak, Sudara Salem Saupala telah diperbantukan untuk mengawal atau sebagai pesuru oleh pemilik Cv. Anugerah Wahyu, Yosep Makpal sebagai pemenang pengadaan beras raskin di Kepulaun Sula, bukan saudara Salem Saupala sebagai kepala Perum Bulog Provinsi Maluku Utara, sebab Kepala Perum Bulog adalah Mahmud Nantihu waktu itu, bersama Kepala Satker Mat Asis, tetapi kenapa Salem Saupala yang harus ditangkap? …. tanya bung Rajak

Baca juga:  Ini Persoalannya. Pembukaan Pra TMMD ke - 110 Kali Ini Berlangsung Sederhana

Dia menegaskan, Kejati Maluku Utara harus jerat saudara Mat Asis Selaku mantan Kepala Satker Bulog dan mantan Kepala Perum Bulog Mahmud Nantihu serta Kontraktor, Yosep Makpal, karena mereka memiliki kewenangan penuh dalam penangungjawab raskin di Kabupaten Kepulauan Sula pada tahun anggaran 2014 lalu dan segera beskan saudara Salim Saupala ,” tegasnya.

Maka dalam kronologis tersebut, kata Bung Jek, bahwa Saudara Salem Saupala tidak bisa di jatuhi hukuman penjara kurungan oleh Kejaksaan Kepulauan Sula, berhubung saudara Salem Saupala hanya mengikuti perintah atas kontraktor.

Baca juga:  Pasang Papan Cor, Pra TMMD ke 110 Kodim 1510/Sula Bersama Warga Persiapan Pengecoran Talud

“Untuk itu, Kami atas nama lembaga anti korupsi, meminta kepada Kejaksaan Tinggi Provinsi Maluku Utara segera mengusut kembali kasus raskin 2014 lalu dan segera menjerat pemilik Cv. Anugera Wahyu, mantan Kepala Perum Bulog Malut, Mahmud Nantihu, mantan Kepala Satker Bulog Perum Malut, Mat Asis, karena ketiga orang tersebut berkewenangan penuh dalam pengelolaan dan pendistribusian beras raskin di Kabupaten Kepulauan Sula 2014 lalu,”tandasnya {GNS}

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: