SANANA, Terbitan.com – Admin Sibela, alias Buang kini tidak lagi menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Desa Wailia, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara.
Pasalnya kadus ini diberhentikan secara tidak terhormat oleh Kadesnya, Tentu saja keputusan sepihak sang kades mendapat reaksi dari Kadusnya.
Buang mengajukan protes, karena pemecatan tersebut secara diam diam, tidak memiliki dasar dan alasan yang jelas.Hanya menyebutkan pemberhentian Buang sebagai Kadus dan ganti dengan Ramli Taohi, tapi Ramli Taohi diduga tidak memiliki Ijazah.
“Saya tidak terima, karena saya tidak bersalah. Apalagi diberhentikan itu tanpa alasan yang jelas,” protes Buang saat diwawancarai media ini, Senin (04/07/22),
Ia mengaku telah menjabat sebagai Kadus dan tidak pernah terlibat persoalan apapun baik dengan Kades maupun masyarakat setempat, namun tiba tiba diberhentikan. Padahal Kades sendiri yang membujuk saya jadi Kadus, “ucap Buang.
Ia sempat menanyakan alasan pemberhentiannya, tapi Kades tidak menyebutkannya secara terbuka. “Saya tidak akan mempertahankan jabatan ini jika alasannya jelas. Protes ini karena sudah menyangkut harga diri,” cetusnya.
Kapala Desa Wailia, Darmin Sibela dengan tegas membantah bahwa
Ramli Taohi mempunyai Ijazah, dan
pemberhentian Kadus Buang berdasarkan rekomendasi Camat Sulabesi Timur, “ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Kecamatan Sulabesi Timur, Ayub Taohi, mengatakan, semua ada ijazah, pihaknya tidak pernah perintah kades dan kades yang mengusulkan nama nama dari desa bukan camat yang usul, Camat hanya mengeluarkan rekomendasi berdasarkan usulan kades dan bukti usulan kades ada dikantor
“Itu pertimbangan untuk saudara Buang sibela yang pertama sudah menduduki jabatan ketua BPD 12 tahun, kemudian partisipasi terhadap bakti atau kegiatan didesa sangat kurang, pentingkan urusan -urusan pribadi dibandingkan umum,” kata Ayub.
Lanjut Ayub, Ketua BPD sudah 12 tahun Bru berakhir Pebruari 2022, masa Buang mau masuk aparat desa, kan aneh apa orang Desa Wailia hanya Buang sendiri atau masih banyak orang yang mau jadi aparat desa, termsuk kadus, itu bisa jadi pertimbangan untuk saudara adibuang.
“Untuk lebih jelas besok sata telaah lampir ijazah, Baru diserahkan,” pintanya. {in}


