SANANA, Terbitan.com – H. DJuwadi Mantan Direktur Perusahaan Daerah Air (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sula mengirim surat terbuka pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula, berikut isi suratnya.

Assalamualaikum Wr.Wb.
Mohon maaf Bapak Anggota Dewan yang terhormat yang Pro Rakyat (Pak Kader Sapsuha) tolong aspirasi dan masukan buat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulaun Sula (Kepsul) yang terhormat juga Pro Rakyat ini di pertimbangkan?

Kami datang di Kepulauan Sula ini, khususnya di Kota Sanana yang tercinta ini demi kemanusiaan dan saya membawa program untuk turut membangun di Kabupaten Kepulauan Sula ke depan yang lebih baik dalam membangun bidang meningkatkan pelayanan air bersih di Kabupaten Kepulauan Sula khususnya di Kota Sanana ini.

Program kami ini, kalau bisa jangan diperhentikan begitu saja karena akibat kebijakan yang harus terhenti dan sangat-sangat disayangkan, kami tidak memandang oknom Bupatinya siapapun, Bupati adalah sebagai atasan saya dan puncak pimpinan di daerah yang selalu kami hormati dan kami hargai.

Kami datang bukan karena jabatan kami datang karena kemanusiaan untuk turut membangun di Kabupaten Kepulauan Sula khususnya Kota Sanana yang tercinta ini, kami turut membangun di Kabupaten Kepulauan Sula ini dalam bidang Pelayanan air bersih yang layak dan tidak akan mengganggu anggaran dana APBD Kabupaten Kepulauan Sula, “Kami membangun sebagian besar menggunakan Dana Anggaran dari APBN Pusat.

Program kami baru di mulai, kami mohon bapak dewan yang terhormat yang Pro Rakyat kami mohon dapat di pertimbangkan, kami sangat sayangkan apabila dana anggara dari APBN Pusat yang sudah disetujui untuk membangun Kabupaten Kepulauan Sula ini, harus di tolak dan di alihkan ke tempat lain, karena kebijakan, boleh saja ambil keputusan kebijakan tapi tolong harus dilihat dulu tidak ada Institusi yang jadi korban selama ini

Pelayanan air bersih yang tidak terurus dampaknya ke masyarakat khususnya dalam wilayah Kota Sanana yang tercinta ini, beberapa tahun lalu banyak masyarakat sebagai korban khususnya di Kota Sanana yang tercnta ini cukup menderita dari kebutuhan pokok air Bersih. Menurut hasil pengaduan masyarakat dan hasil temuan dari Omsdusman RI Provinsi Maluku Utara (Malut) tentang pelayanan air bersih di Kota Sanana terlayani hanya 30% – 40%

Pelayanan sekarang sudah terlayani air bersih sudah capai 100% dan saya datang untuk turut membangun di bidang pelayanan air bersih di Kota Sanana sebagaian besar tidak mengganggu/menggunakan dana anggaran APBD di Kepulauan Sula, sedangkan untuk membangun di Kabupaten Kepulauan Sula di bidang air bersih,kami menggunakan dana anggaran APBN Pusat.

Kami mohon kepada Bapak Anggota Dewan yang terhormat yang Pro Rakyat, kami datang bukan karena jabatan kami seorang pensiunan dari PDAM Kota Ternate punya masa kerja 36 Tahun di tambah di PDAM Sula 1 (satu) periode /4 (empat) tahun

Jadi khusus menangani di bidang air bersih sudah 40 Tahun.Juga saya punya kehidupan dibilang cukup kena’apa tidak duduk-duduk di rumah saja nikmati hidup sudah aman, kena’apa harus naik turun gunung cari sumber air di Pulau Sulabesi dan Pulau Mangoli demi masyarakat di Sula.

Fikiran kami tidak seperti itu, kami masih punya banyak pengalaman yanga harus di bagikan dan dosapun kami banyak, melihat kondisi pelalayan air bersih di Kabupaten Kepulaun Sula, saya sangat terpanggil dan memprehatinkan, menurut penilaian dari Kementerian PUPR RI melalui BPKP Provinsi Malut.

Dari 10 PDAM se Maluku Utara waktu itu, PDAM Sula tidak dapat di nilai karena sistem nanajemen yang tidak berjalan dan tidak adanya data untuk dinilai dan pelayanan air bersih ke masyarakat waktu itu tidak stabil.

Kami datang di Kabupaten Kepulauan Sula khususnya di Kota Sanana yang tercinta ini pada bulan Juli 2017, karena panggilan hati Saya melihat kondisi PDAM Kepulauan Sula sangat parah, Kantor PDAM pun sudah ditinggalkan oleh Pegawainya karena tidak pernah mendapatkan kesejahteraan dan lain lain.

Alhamdulillah berkat Pertolongan Allah SWT. kami datang di Kota Sanana atas panggilan hati untuk turut membangun dan meningkatkan pelayanan air bersih melalui dana anggaran dari APBN Pusat masuk di Kota Sanana Tahab pertama Tahun 2018 sebesar Rp. 8,5 Milyar, Tahab kedua Tahun 2020 Rp. 9,5 Milyar dan Tahab ketiga di Desa Waiboga sementara jalan dengan Nilai sebesar Rp. 15,7 Milyar

Dan di tahun 2022 usulan yang sudah disetujui di Kementerian PUPR RI melalui Balai PPW Provinsi Malut sebesar Rp. 93, 6 Milyar untuk meningkatkan pelayanan air bersih di Pulau Sulabesi dan beberapa Kecamatan di Pulau Mangoli Kabupaten Kepulauan Sula.

Adapun Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2021 sebesar Rp. 1,5 Milyar Tahun 2022 sebesar Rp. 2,5 Milyar dan Tahun 2023 sebesar Rp. 2,5 Milyar dengan Dana Anggaran dari APBN Pusat melalui Dana Talangan Penyertaan Modal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula berjumlah sebesar Rp. 6,5 Milyar yang sudah sudah di PERDAkan semua ini diperuntukkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Sanana yang tercinta ini.

Kepada Bapak Dewan yang terhormat yang Pro Rakyat adapun Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2021 untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sudah berjalan sudah di tahapan Survey Base Line dari Pusat dan direncanakan pelaksanaan pekerjaan di bulan Juni 2021,

kami menulis di WA ini untuk masukan kepada Bapak Dewan yang terhormat sambil menangis, saya menangis bukan karena tidak lagi menjabat sebagai Direktur PDAM Sula, tapi saya menangis karena Dana Anggaran sebesar itu dari APBN Pusat yang mestinya harus masuk di Kabupaten Kepulauan Sula, kenapa harus hilang begitu saja.

Saya mohon maaf Bapak Dewan yang terhormat masalahnya mendapatkan dana anggaran dari APBN sebesar itu tidak mudah kami berjuang dengan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Malut. Serta Consultan Perencana Malut.

Dan saya sendiri waktu itu saya masih menjabat sebagai Direktur PDAM Sula turun langsung mengelobi untuk mendapatkan dana tersebut di Kementerian PUPR RI pusat demi masyarakat Sula yang lebih baik ke depan di bidang pelayanan air bersih.

Maaf Bapak Dewan yang terhormat untuk mendapatkan Dana sebesar itu juga saya menggunakan Dana/Biaya Pribadi, saya Tulus dan Iklas dan tidak akan menuntut ganti rugi kepada siapapun yang saya tuntut adalah pelayanan air bersih di Kota Sanana ini harus layak dan lancar demi meningkatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula khususnya di Kota Sanana yang tercinta ini melalui sarana dan prasarana air bersih Provinsi Maluku Utara.

Bapak Anggota Dewan yang terhormat yang Pro Rakyat mohon masalah ini tolong di koordinasikan dengan pimpinan Fifian Adeningsi Mus, Bupati Kabupaten Kepulauan Sula yang pegang kebijakan dan pimpinan tertinggi di Kabupaten Kepulauan Sula.

Dana anggaran dari APBN Pusat yang sudah kami gemgam di tangan saat ini dengan Nilai ratusan milyar tolong di Pertahankan jangan sampai lepas dari Kabupaten Kepulauan Sula.

“Saya pribadi tidak melihat siapapun oknom Bupatinya saya anggap Bupati adalah sebagai atasan yang harus Saya hormati dan patuhi, tapi saya khususkan melihat pada kemanusiaan, yang mana selama ini pelayanan di bidang air bersih kepada masyarakat sangat menderita akan kebutuhan pelayanan air bersih di Kepulauan Sula khususnya di Kota Sanana yang tercinta ini.

Dan sekarang sudah terbukti lancar dan harus di tingkatkan lagi ke depan dan jangan di hancurkan lagi karena beda manajemen pengelolaan.

Sekedar untuk diketahii, H. DJuwadi dulu sebagai Direktur Perusahaan Daerah Air (PDAM) yang dilantik oleh mantan Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes periode 2021 – 2025 pada Kamis 03 Juni 2021 kemarin.

Kini Bupati Kepulauan Sula terpilih Fifian Ade Ningsi Mus mengganti Direktur PDAM yang diperpanjang masa jabatannya itu dengan Direktur baru Munir Banapon.