SANANA, terbitan.com – Proyek irigasi Desa Modapuhi, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) mubazir alias tidak memberikan manfaat kepada petani. Dan terkesan membuang anggaran. Sabtu (7/12/2019)
Pasalnya proyek ini telah menghabiskan anggaran berkisaran Rp. 4.826.417.000.00. Proyek irigasi itu dikerjakan pada Tahun 2014 sesuai dengan Nomor Kontrak 910.916/611/18/.PKKU/DPU-KS/2014, (tahap I) dengan nilai kontarak 2.189.500.000.00 yang dikerjakan oleh rekanan P.T Sinar Agape Indah
Kemudian dilanjutkan di tahun 2014 yang sama, kembali dikerjakan oleh rekanan P.T Sinar Agape Indah
dengan anggaran Nomor Kontrak 910.916/611/18.PKKU/DPU-KS/2014, (tahap II) dengan nilai kontarak Rp 2.636.917.000.00
Dari hasil pantauan terbitan.com lewat sala satu postingan akun facebook, Rasul Alaf (Rusdi Umaternate), Jumat tanggal 6 Desember 2019 kemarin, Pukul 22.17, menyampaikan saya sangat marah, Karena kamu paling berbohong seperti leluhur kamu, “ucapnya dia dalam unggahan akun pribadinya di Sosmed.
“Kamu ngomong bahwa air di Irigasi Trans Modapuhi itu bisa di pakai untuk mandi, karena air paling jernih dan kedalaman, “Pada saat tiba di lokasi, Saya melihat ikan pun tidak bisa hidup di areal itu, bahkan mandi pun tidak bisa, apalagi untuk mau kasi mangalir di ladang dengan sawah ? Ladang pun tidak jadi, apalagi sawah, “imbuhnya Rusdi, dalam postingan akun facebook tersebut telah dikomentari sebanyak 54 komentar dan mendapat 107 like atau menyukai.
Kemudian terlihat saluran irigasi tersebut jebol. Akibatnya, air tidak dapat mengalir ke area persawahan masyarakat.
Sementara sala satu warga Desa Modapuhi yang inisial FU mengungkapkan bahwa, proyek tersebut dibangun tahun 2014 saat itu dipimpin Bupati Ahmad Hidayat Mus. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula membangun bendungannya. “Tapi belum dimanfaatkan sama sekali oleh masyarakat.
FU mengatakan masyarakat di sekitar wilayah ini sangat menyanyangkan dana miliaran rupiah yang sudah dianggarkan untuk membangun proyek tersebut. Ia menduga bahwa, pengerjaan proyek itu dikerjakan asal jadi.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, melalui Dinas terkait untuk segera menindaklanjuti proyek tersebut.
“Pemerintah harus bertanggung jawab. Supaya segera diperbaiki. Apalagi ini telah menelan anggaran miliran rupiah. Bayangkan ini proyek dikerjakan dari masanya pa Ahmad Hidayat Mua sampai pada Bupati Hendrata Thes. Tapi hasil juga masih begini,” pungkasnya. {GNS}



Tinggalkan Balasan