SANANA, terbitan.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Sanana pada Senin, 9 Juni 2025, menyebabkan kerikil dan pasir terbawa arus air hingga berserakan di badan jalan. Kondisi ini terjadi di ruas jalan menuju Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, tepatnya di Desa Kampung Baru, Kecamatan Sanana Utara.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa material kerikil cukup banyak menutupi sebagian badan jalan, sehingga membahayakan pengendara, khususnya pengendara roda dua yang melintasi jalur tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada upaya pembersihan dari pihak terkait, baik dari dinas pekerjaan umum maupun pemerintah daerah setempat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari warga sekitar dan pengguna jalan yang merasa keselamatan mereka terancam.
Beberapa pengendara bahkan terpaksa memperlambat laju kendaraan secara drastis atau beralih ke sisi jalan lain yang lebih aman. Namun, karena kerikil menyebar hampir merata, ruang gerak pengendara menjadi terbatas.
Alwi, salah seorang pengendara motor yang ditemui wartawan terbitan.com di lokasi, menyebutkan bahwa kerikil tersebut terbawa air karena tidak adanya talud atau saluran penahan di sisi atas jalan. “Setiap hujan deras, pasti kerikil turun dan menumpuk di jalan. Ini sudah sering terjadi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi pengendara motor yang bisa kehilangan kendali saat melintas. “Harus ekstra hati-hati, apalagi malam hari atau kalau jalanan licin. Bisa jatuh kalau tidak pelan-pelan,” tuturnya.
Menurut Alwi, jalan tersebut merupakan bagian dari ruas Jalan Nasional Wilayah II Maluku Utara yang seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pasalnya, selain menjadi akses ke kantor bupati, jalan ini juga dilalui masyarakat dari berbagai kecamatan.
Keluhan juga datang dari warga setempat yang berharap ada solusi permanen, seperti pembangunan talud atau saluran drainase yang memadai. “Setiap musim hujan, pasti begini. Pemerintah harus turun tangan, jangan tunggu ada korban dulu,” kata salah satu warga Desa Kampung Baru yang enggan disebut namanya.
Dampak dari kondisi jalan ini tak hanya dirasakan oleh pengendara, tetapi juga memperlambat aktivitas warga dan pegawai yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sula.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan, baik dengan membersihkan material yang berserakan maupun melakukan penataan infrastruktur jalan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap kali hujan turun.



Tinggalkan Balasan