SANANA, terbitan.com – Pembagian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) sepertinya ada faktor pilih kasih dari pihak Pertamina. Bagaimana tidak, Pertamina yang letaknya ada di Waikalopa Kecamatan Sanana Utara, justru lebih utamakan para pengusaha minyak di Pulau Mangoli ketimbang Sanana.
Buktinya, di antara Sanana dan Mangoli, orang di Sanana hanya mendapat jatah 50 liter per hari. Sementara di Kecamatan Mangoli Tengah, jatah per bulan yang didapatkan sebanyak 50 ton. Padahal, jika dibandingkan dua pulau ini, di Sanana malah jauh lebih banyak kebutuhannya ketimbang Mangoli Tengah.
Perlakuan tidak adil tersebut terlihat dari adanya perbedaan pembagian dan penjatahan premium kepada masyarakat yang ada. Sesuai informasi diterima Media ini, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Mangoli Tengah mendapat Jatah 50 ton premium dan 7 ton Solar.
Sedangkan, untuk masyarakat Kecamatan lain yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan mendapat premium 50 liter per malam. “Keinginan dari masyarakat itu paling tidak ada sedikit keseimbangan cara pembagiannya, biar tidak terkesan ada pilih kasih dari pihak pemerintah,” kata salah satu warga yang tak mau namanya dipublikasi, Kamis (11/7).
Sementara pemilik SPBU kompak CV. Bintang Mangoli di Kecamatan Mangoli Tengah, Abdul Aziz Silia ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa mereka mendapatkan jatah minyak sebanyak 50 ton per bulan.
“Minyak sebanyak itu saya hanya layani di masyarakat. Saya bukan hanya melayani masyarakat di Mangoli Tengah, tetapi masyarakat dari kecamatan mana saja yang mau datang beli saya tetapi melayani selama masih ada stok,” katanya.
Aziz sebut bahwa dia tidak pernah menjual minyak di Pulau Taliabu maupun perusahaan-perusahaan pembuat aspal yang ada di Sanana. “Saya tidak pernah jual minyak ke Taliabu maupun ke perusahaan aspal. Kalau tidak percaya, tanya saja ke ke orang-orang yang ada di Taliabu maupun yang ada di Sanana. Saya secara pribadi tidak mau ambil risiko,” ujarnya.{ GNS}



Tinggalkan Balasan