BANGKALAN, terbitan.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memulai langkah politik lebih awal dengan menggelar pendidikan politik bagi kader-kadernya, meskipun Pemilu 2029 masih cukup lama. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapan partai menghadapi berbagai tantangan ke depan, terutama setelah tidak lolos ke parlemen pada Pemilu 2024 lalu.

“Kami sadar bahwa Pemilu memang masih lama. Namun, kami juga harus tahu diri bahwa PPP saat ini berada di luar parlemen. Karena itu, banyak hal yang perlu kami benahi, terutama dalam hal penguatan kader,” ujar Ketua DPC PPP Bangkalan KH. Hasbullah Muhtarom, Rabu (11/6/2025), di Aula MAN Bangkalan.

Ia menambahkan, penguatan kader menjadi prioritas agar tidak terjadi perpindahan dukungan ke partai lain. Selain itu, PPP juga tengah bersiap menghadapi proses verifikasi partai yang akan menjadi syarat penting untuk mengikuti Pemilu 2029 mendatang.

“Tentu saja ini pekerjaan besar bagi kami sebagai kader partai berlambang Kakbah. Kami tidak bisa setenang atau sesantai partai-partai lain yang sudah lolos ke parlemen. Karenanya, kami harus lebih awal berbenah dan mempersiapkan segala hal,” tegasnya.

Terkait kepemimpinan di tingkat pusat, PPP masih diwarnai dinamika menjelang muktamar. Sejumlah nama mencuat sebagai calon ketua umum, di antaranya Plt Ketua Umum PPP saat ini, Muhammad Mardiono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta tokoh eksternal seperti Amran Sulaiman.

“Semua kembali kepada proses dan waktu pelaksanaan muktamar. Kami tunggu saja bagaimana dinamika itu berjalan,” katanya.

Sementara di tingkat daerah, PPP tetap berkomitmen mendukung pembangunan di Kabupaten Bangkalan. Meski dalam Pilkada sebelumnya PPP berada di pihak yang kalah, namun semangat untuk bersatu membangun daerah tetap menjadi prioritas utama.

“Kami tetap mendukung keberlanjutan pembangunan di Bangkalan. Kekalahan dalam kontestasi bukan akhir dari perjuangan, justru menjadi momentum untuk bersatu demi Bangkalan yang lebih baik,” pungkasnya.