JAILOLO, terbita.com – Iven tahunan Festival Teluk Jailolo (FTJ) ke 11 di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, (Malut) dengan tema Pesona Budaya Kepulauan Rempah, resmi telah digelar, dengan ditandai pemukulan pentungan (dolo-dolo) oleh Bupati Halmahera Barat (halbar), Danny Missy, didampingi sejumlah unsur forum komunikasi pimpinan daerah (FORKOPIMDA), serta pihak Kesultanan Jailolo, yang berlangsung pada senin (24/6) sekitar pukul 10.00 wit di lapangan guwae maadu teluk jailolo.
Sejumlah tarian tradisional daerah halbar, seperti tarian salai selendang, medley dari suku sahu, tifa tanah koil, saloi dance, dipertunjukkan dihadapan para tamu undangan, baik lokal maupun mancanegara yang hadir dalam perhelatan FTJ ini.
Selain pertunjukkan tarian daerah, kegiatan ini juga diikuti dengan ritual bersih-bersih laut (sigovi ngolo) oleh masyarakat adat kesultanan jailolo yang dipimpin langsung sultan jailolo, Ahmad Abdullah Sjah, serta ratusan masyarakat setempat, disepanjang perairan teluk jailolo, dengan menggunakan puluhan perahu perang kora-kora.
Tidah kanya itu, warga adat juga melakukan ritual tabur bunga yang dilakukan oleh pemangku adat yang ditutup dengan doa keselamatan, yang dilakukan oleh para pemangku adat Kesultanan Jailolo, selama melakukan ritual sigofi ngolo berlangsung.
Pembukan Festival Teluk Jailolo ini, juga mendapat tanggapan positif dari sejumlah wisatawan manca negara, yang hadir dalam pembukaan acara tersebut. Sesyah, wisatawan asal australia ini menjelaskan, berbagai kunjungan sudah mereka lakukan disejumlah daerah, Namun mereka merasa nyaman dengan keramahan warga maluku utara.
Seisyah juga mengatakan, kegiatan FTJ ini sangat bermakna buat mereka, disamping merasa senang dengan kehadiran banyak warga dilokasi acara, mereka juga tertarik dengan berbagai pertunjukkan budaya dan tradisi dalam kegiatan FTJ ini sehingga, setelah balik ke Australia, mereka akan bawa budaya dan tradisi ini untuk dipromosikan ke negara mereka.
“Sejak kami datang melalui Ternate kemudian ke Jailolo, kami merasa senang dengan keramahan masraktnya dan sudah jalan-jalan kesejumlah tempat baru di tempat Festival ini kami rasa senang” kata seisyah, wisatawan.
Sementara itu, Bupati Halmahera Barat Danny Missy menuturkan, kegiatan FTJ ke-11 ini, lebih mempertahankan adat istiadat guna mendorong pertumbuhan ekonomi, Dimana untuk wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Halmahera Barat semakin meningkat dari tahun ke tahun, bahkan diperkirakan pada tahun 2019 ini akan mencapai 10 ribu hingga 17 ribu wisatawan yang berkunjung.

Lanjut Danny, untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ini, pemerintah akan terus mendorong infrastruktur guna mendukung sektor parawista agar terakses dengan baik, guna pertumbuhan ekonomi di halmahera barat dapat tumbuh dengan cepat dan baik.
“Festival kali ini kita masih mengangkat tema yang sama, agar mempertahankan kebudayanan yang ada, karena hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyakat dimana banyaknya kenjugan para wisatawang ke Halmahera Barat dengan adanya ifen seperti ini ”. Terang Danny.
Kegiatan FTJ 2019 ini, yang di mulai sejak Senin Tanggal 24 Juni 2019 akan berlangsung hingga tanggal 29 juni mendatang diisi dengan berbagai kegiatan lainnya. [Udy]



Tinggalkan Balasan