NGAWI, terbitan.com – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Grudo 3, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, kini sangat memprihatinkan. Empat ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah, dengan atap yang nyaris roboh.

Ironisnya, meskipun kondisi bangunan sangat membahayakan, kegiatan belajar mengajar masih tetap berlangsung di ruang-ruang kelas tersebut. Untuk mencegah atap roboh, pihak sekolah telah memasang penyangga berupa balok kayu di beberapa titik sebagai upaya darurat.

Saat tim media melihat langsung kondisi ruang kelas tersebut, beberapa siswa mengaku merasa takut saat belajar, terutama saat hujan deras turun.

“Aku takut banget kalau pas waktu belajar tiba-tiba atap roboh,” ujar Savia, siswa kelas 1.

“Kami ingin dan semoga cepat diperbaiki,” timpal Raka, siswa lainnya.

Kepala SDN Grudo 3, Sudarwati, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan perbaikan sejak tiga tahun lalu. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan atau tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait.

“Sudah tiga tahun lalu dilakukan pengajuan perbaikan dan belum ada respons. Kemungkinan terjadi kesalahan data Dapodik sehingga tidak ada pembenahan. Kondisi kayu penyangga atap sudah lapuk dimakan usia, bahkan plafon sudah ambrol. Ini sudah tak layak sebagai tempat pembelajaran,” ungkap Sudarwati, Kamis (6/2/25).

Ia menambahkan bahwa saat cuaca buruk, terutama saat hujan deras dan angin kencang, para siswa terpaksa dipindahkan ke masjid yang berada di sebelah sekolah demi keselamatan.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Zainal Fanani, membenarkan bahwa pengajuan perbaikan telah diajukan ke Kementerian Pendidikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025, tetapi tidak disetujui.

Selain itu, pengajuan anggaran melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025 juga belum mendapat persetujuan akibat refocusing anggaran.

“Kita akan terus berusaha menyampaikan ke tim anggaran agar bisa masuk dalam anggaran perubahan tahun 2025,” tegasnya.

Dengan kondisi ini, para siswa, guru, dan orang tua berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar proses belajar mengajar di SDN Grudo 3 dapat berjalan dengan aman dan nyaman.