NGAWI, terbitan.com – Tim Penyidik Unit Gakum Satlantas Polres Ngawi belum menetapkan tersangka kasus Bus Pariwisata Chandra Jaya tabrak truk di Tol Ngawi yang tewaskan tiga orang meski sudah seminggu berlalu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Harianto menyatakan belum ada seorangpun yang ditetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan yang merenggut tiga nyawa tersebut lantaran masih mendalami kasus dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Belum ada penetapan tersangka. Kami masih mengagendakan pemeriksaan pemilik busnya,” kata Agus. Senin (26/10/2026)
Agus mengungkapkan polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Dari keterangan yang disampaikan saksi mengarah pada kelalaian sopir bus. Hanya saja untuk penetapan tersangka, penyidik terlebih dahulu akan melakukan gelar perkara. Dari gelar perkara itu akan diketahui siapa tersangka dalam kasus kecelakaan yang menewaskan tiga orang.
“Dari keterangan para saksi memang mengarah pada sopirnya yang lalai. Tetapi saat ini masih terus kami dalami (keterangan para saksi),” jelasnya.
Menurut Agus, penyidik harus mengetahui pasti kronologi kejadian tersebut. Untuk itu dibutuhkan keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Agus menambahkan jenazah tiga korban jiwa sudah diserahkan kepada keluarga. Dua jenazah diserahkan keluarga di Flores, NTT.
“Sementara satu sudah diserahkan kepada keluarga di Mojokerto. Keluarga korban kecelakaan juga mendapatkan santunan dari Jasa Raharja masing-masing Rp 50 juta, ” kata Agus.
Untuk kepentingan penyidikan, bus pariwisata Chandra Jaya dan truk diamankan di pos satlantas Polres Ngawi dekat Terminal Ngawi. Tak hanya itu, sopir bus Chandra Jaya juga dikenakan wajib lapor ke penyidik.
Diberitakan sebelumnya, tiga orang dilaporkan tewas dan 19 luka dalam kecelakaan yang melibatkan Bus Chandra Jaya dan sebuah truk fuso di Jalan Tol Ngawi – Solo Km 551+200 B dari Ngawi, tepatnya masuk Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026). Kanit Gakum Satlantas Polres Ngawi, Ipda Agus Harianto membenarkan kecelakaan yang merenggut tiga nyawa di ruas tol Ngawi, Minggu (18/10/2026).
“Satu korban meninggal di lokasi kejadian. Dan dua korban meninggal saat dirawat di rumah sakit,” kata Agus.
Tiga korban meninggal bernama Muhammad Iskak (39) penumpang Bus, Yoseph Rianto (24) kernet truk fuso dan Alfred (26) penumpang truk fuso. Agus mengatakan, petaka itu bermula saat bus pariwisata Chandra Jaya bernomor polisi S 7573 UA yang dikemudikan Eko Wahyudi berpenumang 54 orang melaju dari arah Surabaya menuju Ngawi.
Searah didepannya, kata Agus, berhenti kendaraan truk fuso bernomor polisi B 9192 WT yang dikemudikan Yuventius Jema berpenumpang tiga orang lantaran pecah ban.
Menurut keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian, kata Agus, pengemudi truk fuso berhenti parkir di bahu jalan. Bersamaan dengan itu pengemudi Bus Chandra Jaya berjalan tidak dapat menguasai laju kendaraannya sehingga oleng ke kiri.
“Karena kurang hati–hatinya kedua pengemudi pendaraan sehingga terjadi tabrak depan kiri Bus Chandra Jaya dan belakang kanan truk fuso. Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang tewas dan 19 lainnya terluka,” Demikian Agus.



