PAMEKASAN, terbitan.com – Kisruh perusakan gerai Indomaret di Pamekasan yang viral hingga menyita perhatian pejabat pusat, mendapat perhatian dari CEO PT Bawang Mas Group H. Khairul Umam (H. Her), Jumat (16/10/1026).

H. Her menyatakan siap terlibat langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak berlarut dan menjadi pelajaran bersama.

“Saya siap terlibat bagaimana untuk menyelesaikan masalah ini untuk kebaikan bersama. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua,” tegas H. Her.

Pernyataan itu disampaikan H. Her setelah dirinya banyak dihubungi pejabat, termasuk seorang menteri, yang menanyakan kronologi kejadian perusakan tersebut.

“Kemarin ada beberapa pejabat yang telepon saya, termasuk ada menteri. Karena saya lagi di luar kota, saya coba hubungi beberapa tokoh untuk tahu kronologinya,” ujar pengusaha asal Pamekasan yang akrab disapa H. Her itu.

H. Her pun menjelaskan kronologi yang ia himpun. Menurutnya, persoalan berawal dari keresahan sebagian masyarakat yang kemudian curhat kepada para kyai, seperti tradisi yang biasa dilakukan masyarakat di Madura.

“Biasanya orang Madura curhatnya ke kyai, termasuk soal tembakau, pertanian, garam. Para pengusaha juga curhat ke kyai minta pendapat,” jelasnya.

Dari curhatan itu, para kyai bersurat kepada Bupati agar pembangunan Indomaret ditinjau kembali. Bupati pun merespons karena pembangunan tersebut izinnya belum lengkap dan memberikan surat teguran kepada pengelola.

Namun, lanjut H. Her, teguran dalam proses mediasi itu tidak diindahkan sehingga memicu kemarahan warga.

“Teguran sudah ditegur, tapi pengelola tetap melanjutkan seperti tidak mengindahkan. Masyarakat tersinggung karena sepertinya pengelola memaksa. Akhirnya terjadilah peristiwa kemarin, itu sudah di luar kendali,” paparnya.

Meski memahami keresahan warga, H. Her menegaskan tindakan perusakan tetap tidak dapat dibenarkan.

“Pengrusakan yang dilakukan terhadap gerai Indomaret itu tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, H. Khairul Umam mengimbau semua pihak untuk menahan diri, kembali pada arahan kyai, dan saling memaafkan.

“Saya menghimbau ayo kembali mengikuti arahan para kyai dan proses yang baik. Saya meminta semua pihak agar bisa menahan diri dan ayo saling memaafkan. Saya mohon maaf atas segala kekurangan,” pungkasnya.