Ketua DPRD Bondowoso Minta Usut Tuntas Mafia Pupuk Bersubsidi

  • Bagikan
H Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso saat dikonfirmasi wartawan

BONDOWOSO, Terbitan.com – Beredar kabar aparat kepolisian sektor (Polsek) Panji Situbondo yang mengamankan 2 ton pupuk urea bersubsidi yang berasal dari Kabupaten Bondowoso.

Selain itu, petugas mengamankan Rudi Anto (34) dan Ahmad Faisol (21) beserta barang bukti 2 ton pupuk bersubsidi hak masyarakat Bondowoso diduga dijual ke Situbondo.

Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahamd Dhafir, Kamis (11/03/2021) ketika dikonfirmasi sangat menyesalkan kejadian tersebut. Sebagai wakil rakyat, tentu harus menyuarakan terhadap apa yang dirasakan rakyat.

“Sejak awal sudah saya sampaikan ke Pemerintah, bahwa carut marut distribusi pupuk bersubsidi berpeluang untuk disalahgunakan, dan sekarang terbukti,” katanya.

Kendati demikian, carut marut pupuk bersusidi dari Dinas Pertanian ini, akhirnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum dan disalahgunakan.

Baca juga:  Tak Lagi Meminta Piring Putih Atau Pencabutan Dumas di Polres! Surya Baya, Cuma Meminta PT BEK Secara Sportif dan Gentleman Mengakui Kesalahannya

“Saya sudah sampaikan dari awal, benang kusut ini bukan di kios pupuk, tetapi dari pihak KP3 dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada distruibutor dan kios pupuk,” ungkapnya.

Dinas Pertanian Bondowoso yang salah melakukan input data E-RDKK, dan juga pengawasan pendistribusian pupuk kepada petani.

“Ini Bagian kecil dari yang sudah terungkap, maka jangan hanya fokus pada penangkapan pelaku penggelapan pupuk, tetapi juga harus perbaiki kembali tata kelola pupuk bersubsidi, sesuai dengan jumlah lahan dan bukan hanya mengacu pada RDKK,” pintanya.

Sementara data statistik Bondowoso, 56,26% masyarakat menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Artinya pertanian belum bisa men-sejahterakan rakyat.

Baca juga:  Tak Lagi Meminta Piring Putih Atau Pencabutan Dumas di Polres! Surya Baya, Cuma Meminta PT BEK Secara Sportif dan Gentleman Mengakui Kesalahannya

Belum lagi, lanjut Pak Ketua, petani masih ditambah beban pembiayaan yang dikeluarkan antara lain, pupuk bersubsidi yang seharusnya hanya Rp225 ribu, di pasaran pada kisaran Rp400.000 bahkan ada yang mencapai Rp450.000.

Makanya pemerintah memberikan pupuk bersubsidi untuk meringankan beban rakyat dan meningkatkan pendapatan buruh tani.

“Setiap kwintal pupuk, ada subsidi dari uang negara sekitar Rp400.000, per ton bisa 4 juta, bayangkan sampai puluhan ribu ton,” jelasnya.

Lanjut Ahmad Dhafir, minta diusut tuntas, siapapun dibelakangnya, jangan hanya kios dan sopir, distributornya siapa? Dan pada Dinas Pertanian Bondowoso juga.

Baca juga:  Tak Lagi Meminta Piring Putih Atau Pencabutan Dumas di Polres! Surya Baya, Cuma Meminta PT BEK Secara Sportif dan Gentleman Mengakui Kesalahannya

“Saya selaku Pimpinan DPRD Bondowoso sangat mendukung Polres Situbondo yang sudah melakukan penangkapan itu dan saya minta usut tuntas mafia pupuk,” pungkasnya.

Reporter : SofyanEditor : Darma
  • Bagikan