Lawan PT BEK, Tiga Warga Desa Benangen Gandeng Konsultan Dan Hukum DR. Drs Dagut SH.MT Dan Rekan.

  • Bagikan

MUARA TEWEH,terbitan.com – Sengketa lahan antara warga masyarakat Desa Benangen ll, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalteng dengan perusahaan PT Bharinto Ekatama (BEK) memasuki babak baru.

Persoalan tersebut dipicu Dugaan bahwa PT BEK melakukan aktivitas menggarap lahan milik warga di Desa Benangen yang belum dibebaskan.

Merasa dirugikan ketiga warga pemilik lahan yakni Neri, Anis Marsela dan Noralini menggandeng kantor pengacara dan konsultan hukum DR. Drs Dagut SH.MT dan Rekan yang beralamat di Palangkaraya sebagai pendamping hukum dalam penyelesaian sengketa lahan antara mereka dengan PT BEK.

Baca juga:  Tak Lagi Meminta Piring Putih Atau Pencabutan Dumas di Polres! Surya Baya, Cuma Meminta PT BEK Secara Sportif dan Gentleman Mengakui Kesalahannya

Pemberian kuasa ketiga warga tersebut dibenarkan oleh Dagut ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, “ya benar dan siap kita dorong bersama,” ujar Dagut pada Rabu (24/3).

Sekedar untuk diketahui persoalannya sengketa lahan antara warga desa Benangen dengan PT BEK terkait belum dilakukan pembayaran ganti rugi lahan, sementara pihak perusahan sudah melakukan aktivitasnya di atas yang di klaim oleh ketiganya.

Baca juga:  Jual Sabu, Pria dan Wanita ini Berhasil Diamankan Satresnarkoba Polres Barut di Km 32 Jalan Negara Muara Teweh-Banjarmasin

Bahkan terkait persoalannya tersebut dua orang yakni Surya Baya Dan Sabarson Kades Benangn ll sudah dilaporkan ke Polres Barito Utara, dimana laporan tersebut sudah ditindaklanjuti Polres Barito Utara dengan melakukan pemanggilan terhadap karyawan PT BEK guna dimintai keterangan sebagai saksi.

  • Bagikan