Masih Belum Ada Iktikad Baik PT. BEK, Surya Baya Pasang Plang Peringatan Agar Tidak Digarap Lagi

  • Bagikan

MUARA TEWEH, terbitan.com — Geram terhadap olah perusahan PT Bharinto Ekatama (BEK) yang menggarap lahan tanpa ijin beberapa waktu lalu di lokasi Tinum Karebe, Blok Lampanang, Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Surya Baya bersama pemilik lahan lainnya melakukan pemasangan plang.

Karena tidak ada iktikad baik dari perusahaan PT BEK pemegang konsesi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) sampai saat ini untuk melakukan permintaan maaf secara sportif dan Gentleman kepada pemilik lahan Surya Baya.

“Tujuan saya memasang plang ini agar pihak PT BEK tau bahwa pemilik lahan ini ada dan masih hidup, jadi jangan coba-coba menggarap lahan ini lagi, sebelum ada permintaan maaf dari pihak perusahaan PT BEK,” ucap surya saat memasang plang Senin (26/04) hari kedua pengecekan lahan di tinum karebe.

Baca juga:  Masuk Zona Oranye, Pikatan Water Park Ditutup

Lanjut Surya yang berperawakan kecil ini, berbagai upaya sudah kita lakukan baik pemberitahuan sebelumnya agar perusahaan PT BEK tau bahwa sebelum melakukan penggarapan pihaknya harus menemui pemilik lahan tidak asal garap seperti ini.

“Kalau sudah jelas ada plang larangan jangan menggarap lahan ini lagi berarti belum ada penyelesaian dari pihak perusahaan, suka tidak suka, mau tidak mau, perusahan silahkan mengarap lahan yang lain,” ucap Surya.

Ia juga menyampaikan kepada beberapa pemilik lahan yang hadir dari warga Benangin agar selalu memantau kegiatan PT BEK jangan-jangan mereka melakukan penggarapan kembali secara sembunyi-sembunyi di lokasi yang telah di pasang plang.

“Saya minta kepada warga Benangin yang ikut hari ini agar selalu memantau dan memberikan informasi kalau perusahan PT BEK memasuki dan mau menggarap lagi dilahan yang sudah kita pasang plang ini,” tegas Surya.

Baca juga:  Dinas PUPR Barut Lakukan Perbaikan Jalan Dalam Kota 

Ditambahkan Surya yang juga tokoh Barito Utara ini, secengkal tanahpun tak akan membiarkan Perusahaan PT BEK untuk melakukan penggarapan yang kedua kalinya dilahan miliknya tanpa ada permintaan maaf.

“Saya akan tetap mempertahankan tanah ini bukan karena uang tetapi harga diri, karena perusahaan telah menggarap lahan saya tanpa ijin, berarti mereka telah menganggap saya tidak ada selaku pemiliknya,” ucapnya.

Baca juga:  Tingkatkan Solidaritas, Pengurus dan Anggota SMSI Sampang Gelar Bukber di Ketapang

Walaupun berbagai upaya kriminalisasi telah dilakukan Perusahaan PT BEK terhadap saya dengan melaporkan ke Polisi sedikitpun saya tidak gentar dan malah-malah membuat saya semakin yakin mempertahankan hak dan harga diri saya,” timpalnya.

“Jadi silahkan perusahaan berpikir kalau mau lahan ini, dan ingat saya tidak meminta uang atau harga lahan, itu gampang gratis pun atau aku kasih pun bisa, tapi yang saya minta adalah permintaan maaf secara sportif dan gentleman dari perusahaan,” tutup Surya. (Iwan)

  • Bagikan