SANANA, Terbitan,com|| Perbuatan melanggar Hukum yang merajalela hingga saat ini, diduga dilakukan oleh pelaku Pemotongan Lahan (Cut and Fill) secara liar tanpa izin, telah merugikan warga dan negara, harus ditindak tegas.

Karena kegiatan tersebut dikhawatirkan akan berdampak serius bagi keselamatan lingkungan warga sekitar, khususnya Masyarakat Desa Nahi, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara. Aktivitas dam truk pengangkut tanah untuk keperluan pembangunan proyek infrastruktur jalan dan Jembatan ruas Wai Ina-Malbufa yang dikerjakan rekanan PT. Putra Ananda

Dilokasi kegiatan Cut and Fill terlihat jelas alat berat seperti traktor yang digunakan untuk mengerok tanah dan bukit kendaraan dam truk yang selalu mondar-mandir mengangkut tanah.

“Aktivitas tersebut sudah berlangsung lama
bang, katanya milik warga setempat” ucap salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya, Jum’at (22/9/23).

Di tempat yang berbeda salah seorang warga yang tidak ingin namanya di sebut juga mengatakan kepada tim awak media, ” saya memang tidak tau itu proyek siapa bang, tapi kami sebagai warga hanya berharap kepada seluruh pihak-pihak instansi terkait terutama Polres dapat meninda tegas para pelaku,” pintanya.

“Karena jika kegiatan ini terus dibiarkan pasti akan berdampak serius bagi lingkungan sekitar. Apalagi kegiatan tersebut harus ada izin. Dan apapun namanya kegiatan ini sebetulnya Illega..!!, karena semua kan ada aturan mainnya,” Jelasnya.

Perlu diketahui bersama, hingga berita ini diturunkan reporter beritalima.com terus berupaya untuk mengkonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperimbang berita di atas.