Warga Keluhkan Jalan Penghubung Antara Dua Kecamatan Lahei Dan Teweh Baru Putus,Setiap Melintasi Bayar

  • Bagikan

 

MUARA TEWEH, terbitan.com – Gorong-gorong Sei Payang Jalan penghubung yang menghubungkan antar Kecamatan Teweh Baru dan Kecamatan Lahei yang puntus bebarapa hari yang lalu sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

Bahkan saat ini jalan tersebut terindikasi ada pungutan liar (pungli) hal itu berdasarkan pengakuan warga setiap kali melintasi jalan tersebut dirinya terpaksa harus membayar sebesar lima ribu rupiah untuk sekali lewat.

Baca juga:  Jamilah Anggota DPRD Barut, Minta Polisi Mengusut Tuntas Pencemaran Nama Baiknya di Proses Secara Hukum

Dari pantauan media ini di lapangan untuk mempermudah warga yang melintasi jalan tersebut warga sekitar berinisiatif membuat jembatan darurat, sehingga setiap pengendara yang lewat dikenakan biaya sebesar lima ribu rupiah untuk roda dua dan dua puluh lima ribu rupiah untuk roda empat.

Salah seorang warga Lahei 1 yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini mengaku bahwa pihaknya merasa keberatan setiap kali melintas harus membayar.

Baca juga:  Terkait Pengguna Jalan Nasional, DPRD Barut Bersama Empat Perusahaan Adakan RDP

“Saya tidak menyalahkan warga yang memungut sebab mereka juga membuat jembatan tersebut dengan dana sendiri, dengan  tujuan supaya warga dapat melintas namun harus sampai kapan pungutan tersebut akan terus berlangsung”, ujarnya

Dirinya berharap agar pihak terkait khususnya dinas PUPR Kabupaten Barito Utara secepatnya memperbaiki jalan tersebut agar tidak lagi membebani warga yang mau melintasi jalan tersebut.(Iwan)

  • Bagikan