SANANA,Terbitan.com || Pelayanan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sula( Kepsul) Maluku Utara kembali dikeluhkan oleh warga. Betapa tidak, sudah sekitar satu minggu air PDAM tidak mengalir, yang membuat aktivitas warga terganggu. Selain itu warga juga sudah melapor namun tidak ada tindakan dan respon dari PDAM

“Kami minta air PDAM segera dialirkan ke rumah kami, karena sudah satu minggu air tidak mengalir. Aktivitas kami menjadi tertanggu,” keluh Nurain, salah seorang warga Fogi, Kecamatan Sanana. Kami dan beberapa warga sudah melapor namun tidak ada respon dari PDAM.

Menurutnya sudah satu Minggu ini air PDAM tidak mengalir. Akhirnya warga yang PDAM mati harus ambil air dari sumur bahkan membeli air galon mineral guna memenuhi kebutuhan air bersih.

Dia minta agar segera memberikan solusi sehingga air bisa mengalir. Hal ini sekaligus meningkatkan pelayanan PDAM Kepulauan Sula kepada masyarakat.

Disatu sisi lain kami selalu memenuhi kewajiban dengan membayar tepat waktu, bahkan dikenai sanksi denda jika terlambat membayar. Bahkan ancaman pemutusan jika telat dalam waktu beberapa bulan.

Harusnya hal ini diimbangi dengan pelayanan yang baik kepada pelanggan.Tidak seperti ini, air mati sudah satu minggu, berkali kali lapor tidak ada tindakan/ respon.” Kami bayar tepat waktu, kalau terlambat didenda, namun seperti ini pelayanan yang kami terima,” Keluhnya.

Terpisah, Direktur PDAM Kepulauan Sula Munir Banapon, mengaku distribusi air terpaksa dihentikan lantaran PDAM tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa menunggu air kembali jernih dan bisa disalurkan kembali ke pelanggan, “kata Munir saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2024)

Menurutnya, Instalasi Pengolahan Air (IPA) yg ada di Desa Wailau Kapasitas 20 L/d hanya bisa melakukan menyaringan dan pembersihan air dari sendimen dan lain -lain, tapi belum bisa mengolah air keruh jadi jernih layak konsumsi.

Sementara IPA di Desa Waiboga kapasitas 30 L/d ketika hujan dan banjir di area penangkapan air (intake) tertimbun meterial pasir, sehingga air tidak masuk ke Pipa transmisi sehingga tidak ada pasokan air ke IPA, “ungkapnya

Lanjut Munir, saat ini PDAM hanya bisa beroperasi dengan mengandalkan Pompa pada Sumur Waibau kapasitas 20 l/d dan Pompa tenaga surya di Sumur Fogi 5 L/d, “Untuk sumur Pompa Waibau selama PLN tidak mati, maka tetap bisa produksi.

Sementara Pompa Sumur Fogi hanya bisa beroperasi berapa jam dalam sehari saat matahari bersinar. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya pelayanan air bersih di Desa Wailau, Pastina, Umaloya, Wai Ipa, Waihama dan sebagian Fogi. Petugas PDAM berupaya memberi pelayanan dengan membagi distribusi air, “ucapnya

Tambahnya, dengan mengandalkan Pompa Sumur Waibau 20 L/d, kami berupaya memberi pelayanan secara bergilir di Desa Waibau, sebagian Fagudu (komperda), Falahu dan Fatce pada pagi hari dan pada siang hari sebagian Fagudu (Beliga) dan Desa Mangon.

“Pada saat adanya pelayanan (air mengalir) mohon pelanggan dapat menampung persediaan. Kondisi musim penghujan seperti ini memang banyak kendala, namun demikian PDAM terus berupaya memaksimalkan setiap kesempatan untuk dapat terus memberi pelayanan, “Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, “tindasnya.