Asal Patuhi Prokes, Bupati Salwa Izinkan Olah Raga Gobak Sodor

  • Bagikan
KH Salwa Arifin Bupati Bondowoso

BONDOWOSO, Terbitan.com – Bupati Bondowoso memperbolehkan pertandingan permainan tradisional Gobak Sodor. Kendati demikian, penonton dan pemain harus tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Silahkan pertandingan Gobak Sodor tetap diadakan, tapi harus tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19,” kata Salwa Arin Bupati Bondowoso usai rapat paripurna di DPRD Bondowoso, Rabu (09/09/2020).

Selain itu, lanjut Bupati Salwa, ketika pelaksanaan pertandingan jangan sampai terjadi penumpukan penonton.

Dia menghimbau, protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Seperti harus menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

” Kalau perlu juga pemainnya harus menggunakan masker,” ujarnya. 

Dia menambahkan, Pertimbangan pembubaran kemarin di beberapa desa, terkait pertandingan persahabatan Gobak Sodor oleh aparat kepolisian, karena mereka tidak menjalankan protokol kesehatan. Sementara kondisi covid-19 di Bondowoso saat ini mulai meningkat kembali.

” Akibat penumpukan massa penonton kemarin, maka aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan membubarkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Camat Grujugan, Subhan, mengaku melihat sendiri sebagian penonton gobak sodor tidak bermasker dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Sehingga hal inilah yang membuat pemerintah untuk mengadakan pertemuan dengan semua ketua klub.

” Apa yang menjadi rakor saya sampaikan. Harus ada klausul bahwa setiap kegiatan apapun harus siap dibubarkan apabila tidak mematuhi protokol kesehatan, ” paparnya.

Di Kecamatan Grujugan, lanjutnya, masing-masing desa terdapat 4-5 klub gobak sodor. Sehingga jumlah tersebut bisa mencapai puluhan klub di satu Kecamatan dan berpotensi besar menimbulkan kerumunan orang.

” Setiap ketua penyelenggara wajib bertanggung jawab bilamana ditemukan kluster baru dalam even atau kegiatan yanh dilaksanakan,” paparnya.

Mengenai sanksi, Kapolsek Grujugan, AKP Iswahyudi menerangkan bahwa kepada penyelenggara yang tidak mematuhi aturan, bersedia dibubarkan apabila tidak mematuhi protokol kesehatan. Apalagi menimbulkan kluster baru, maka panitia penyelenggara harus bertanggung jawab.

” Apabila disitu terjadi perkelahian dan sebagainya, harus sanggup dibubarkan,” tegasnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: