Akibat Hujan Deras, Banjir dan Longsor Terjadi di Desa Leprak Bondowoso

  • Bagikan
10 Rumah di Desa Leprak Terendam Banjir, Warga Selamatkan Ternak dan Harta Benda Lainnya

BONDOWOSO, Terbitan.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso, Sabtu siang SEKIRA pukul 10.00 – 18.00 WIB menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor dan banjir di Kecamatan Klabang, Bondowoso, Jawa Timur.

“Akibat banjir 10 rumah terendam air. Longsor robohkan pohon dan tuas jalan Desa Leprak – Desa Wonoboyo, kecamatan Klabang,” kata Ali, Sabtu (31/10/2020).

Lanjut Ali menjelaskan, meskipun tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini namun beberapa ruas jalan sempat tertutup dan rumah terendam air setinggi 1 meter.

Baca juga:  BMKG Malut, Waspada Gelombang Tinggi Pada Malam Hari

“Kalau banjirnya sudah surut sejak hujan mulai reda. Warga sampai saat ini masih melakukan pembersihan dan evakuasi pohon tumbang dari Dinas terkait yang terkikis air hujan,” ungkapnya.

Sementara Kukuh Triyatmoko Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengatakan terjadinya banjir karena durasi hujan yang cukup panjang. Hingga debit air di sungai Desa Leprak, Kecamatan Klabang cukup tinggi.

Kemudian air masuk diselokan menggenangi rumah warga hingga setinggi paha orang dewasa. Airnya tidak hanya merendam bagian depan rumah saja, tetapi hingga ke dapur.

Baca juga:  BMKG Malut, Waspada Gelombang Tinggi Pada Malam Hari

“Airnya sudah mulai surut namun yang pasti warga bergotong royong membersihkan lumpur sisa banjir itu,” jelasnya.

Sedikitnya kata Kukuh, ada 10 rumah warga Desa Leprak yang terdampak banjir tersebut. Beberapa Tim yang dikerahkan yakni diantaranya, TNI – Polri, Agen Bencana BPBD Jatim, TRC BPBD Bondowoso, Pramuka BP 13:11.

“Curah hujan tadi cukup tinggi di wilayah Bondowoso, khususnya di wilayah Kecamatan Klabang membuat air di aliran sungai di Desa Leprak mengalami kenaikan debit air yang membuat air masuk kerumah warga,” terangnya

Baca juga:  BMKG Malut, Waspada Gelombang Tinggi Pada Malam Hari

Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada karena hujan saat ini masih belum dikatakan tinggi dan masih sedang

“Sampai saat ini prakiraan cuaca dari BMKG pengaruh lamina masih 28 persen. Artinya, curah hujan masih normal saja,” pungkasnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: