Lemah Syahwat, 33 Perempuan PNS di Pamekasan Pilih Jadi Janda

  • Bagikan
Ilustrasi

PAMEKASAN, Terbitan.com – Setiap pasangan tentu ingin hubungan pernikahan mereka bertahan sampai maut memisahkan. Namun kata cerai cukup mudah terucap ketika menghadapi masalah rumah tangga yang tidak menyenangkan, terutama dalam hal hubungan seksual.

Seperti yang dialami sejumlah perempuan yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Pamekasan yang memilih menjadi janda lantaran tidak puas saat berhubungan sex karena suami tak tahan diranjang alias lemah syahwat.

Hal itu disampaikan oleh Panitera Muda (Panmud) Hukum Pengadilan Agama Pamekasan, Hery Kushendar, menurutnya sebanyak 33 Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengajukan perceraian ke Kantor Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

“Ada juga yang mengajukan cerai ke sini (Pengadilan Agama) karena si (istri) merasa tidak puas dalam berhubungan seksual sebab suami mengalami ejakulasi dini dan mengalami lemah syahwat,” katanya, Rabu (30/09/2020)

Dikatakannya, kasus istri atau suami ajukan cerai karena tidak merasa puas dalam hubungan seksual tersebut bukan hal baru di PA Pamekasan

Dari 33 PNS di Kabupaten Pamekasan yang memilih bercerai ini meliputi profesi PNS sipil, TNI dan Polri, dan data tersebut terhitung selama delapan bulan, sejak Januari hingga Agustus 2020.

“Faktor yang paling dominan hingga melakukan perceraian ini karena masalah ekonomi, masalah kejujuran, dan ada juga yang tidak menafkahi,” tambahnya

Ditambahkannya, dalam sebuah hubungan keluarga, pemenuhan kebutuhan nafkah itu memang harus seimbang antara nafkah batin dan nafkah lahir, tidak boleh timpang sebelah. (Iwan)

  • Bagikan