Pedagang Sore Pasar Induk Bondowoso Tagih Janji, Ngeluruk Wisma Wabup

  • Bagikan
Puluhan pedagang pasar induk Bondowoso saat mendatangi Wisma Wabup Bondowoso

BONDOWOSO, Terbitan.com – Puluhan orang yang mengatas namakan pedagang sore di pasar Induk Bondowoso ngeluruk wisma wakil bupati Bondowoso H Irwan Bactiar Rahmat, Jum’at (16/4/2021)

Puluhan pedagang yang terdiri dari pedagang daging ayam, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya tersebut kecewa. Lantaran gagal menemui Wabup Irwan untuk menagih janji kebijakan berjualan pasar induk.

Pedagang dari emak-emak itu hampir bentrok dengan anggota Satpol PP di ruangan Wisma Wabup Irwan. Pasalnya pedagang itu mendatangi wisma Wabup sejak pukul 07.00 WIB.

Kendati demikian, hampir 3 jam para pedagang tidak ditemui karena Wabup tidak ada di tempat. Meski sudah diberi tahu oleh petugas, namun pedagang bersikukuh untuk menunggu Wabup.

Akhirnya, terjadilah adu mulut antara para pedagang dengan Satpol PP, bahkan nyaris ricuh.

Baca juga:  Presiden Jokowi Kecam Aksi Kekerasan Israel Pada Warga Palestina

Endang salah satu pedagang daging ayam, mengatakan bahwa Wabup sebelumnya berjanji kepada pedagang sore untuk menyediakan tempat seperti konsep pasar senggol.

Para pedagangpun mengaku siap mengikuti semua peraturan tersebut asal bisa kembali berjualan di lantai bawah.

“Kami datang kesini ingin menagih janji yang pernah diucapkan Wabup,” katanya.

Untung saja kericuhan dapat diredam setelah tim negosiator Polres Bondowoso turun tangan. Para pedagang terpaksa keluar tanpa hasil yang diinginkan.

Baca juga:  Presiden Jokowi Kecam Aksi Kekerasan Israel Pada Warga Palestina

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, Totok Hariyanto menjelaskan, sesuai Perda/05/2020 sudah diatur tentang tata kelola pasar.

Adapun di pasar induk, sudah diterapkan kebijakan zonasi masing-masing tempat komoditi yang dijual agar aktivitas pasar tertib dan kondusif.

” Mereka merasa dengan zonasi yang diterapkan itu, seakan-akan merugikan mereka. Dan ini hanya segelintir orang,” paparnya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Kecam Aksi Kekerasan Israel Pada Warga Palestina

Totok menerangkan, para pedagang menuntut adanya perubahan kebijakan zonasi. Pihaknya akan mengevaluasi setiap kebijakan tersebut agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan para pembeli.

” Dengan adanya Perda itu pasar induk sekarang sudah mulai tertib. Kalau dulu minta ampun. Tempatnya kotor, lalu lintas semrawut,” Pungkasnya.

  • Bagikan