PAMEKASAN, terbitan.com – Bursa calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur periode 2026–2031 mulai ramai diperbincangkan menjelang Konferensi XVI. Di tengah ketatnya persyaratan administrasi, satu nama dari Madura yang dianggap paling siap justru menyatakan tidak akan maju.

Ia adalah Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam atau yang akrab disapa Cak Anam. Padahal, dari sisi regulasi organisasi, Cak Anam dinilai sangat memenuhi syarat untuk bertarung di level provinsi.

Keputusan untuk tidak mengambil formulir pendaftaran itu ditegaskan langsung oleh Cak Anam. Bukan karena tidak percaya diri, melainkan karena alasan penghormatan terhadap Ketua PWI Jatim saat ini, Lutfil Hakim.

“Garis keturunannya Cak Item itu dari Pakong, Pamekasan. Taretan dhibik, saudara sendiri. Selama memimpin PWI Jatim juga beliau luar biasa,” kata Cak Anam, Selasa (13/10/2026).

Sikap tersebut sekaligus menjadi sinyal solidnya dukungan dari Madura untuk petahana. Cak Anam mengaku telah berkomunikasi dengan seluruh Ketua PWI se-Madura untuk satu suara.

“Saya sudah koordinasi dengan Ketua PWI se-Madura, saya tidak akan maju sebagai Calon Ketua PWI Jatim,” tegas Dosen UNIBA Madura itu.

Padahal jika merujuk Peraturan Organisasi PWI Nomor 1 Tahun 2026 dan AD/ART hasil Kongres 2025, Cak Anam masuk kategori figur komplet. Mulai dari keanggotaan sebagai Anggota Biasa lebih dari 5 tahun, pengalaman di kepengurusan, bebas dari afiliasi politik, hingga pemilik perusahaan pers berbadan hukum, semuanya terpenuhi.

Bahkan, Cak Anam tercatat sebagai satu-satunya Asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers yang berasal dari Pulau Madura. Ia juga memegang sertifikat Wartawan Utama dan saat ini menjabat Direktur Utama salah satu perusahaan pers di Madura.

Jam terbang jurnalistiknya pun panjang. Sejak masih kuliah semester enam di Universitas Annuqayah (dulu INSTIKA), ia sudah menjadi kontributor Harian Surya dan NU Online sambil memimpin LPM Fajar. Ia juga ditempa di Pusat Data Annuqayah di bawah bimbingan kiai-kiai intelektual seperti Kiai Muhammad Naqib, Kiai Muhammad Shalahuddin A Warits, dan Kiai M. Mushthafa.

Alasan lainnya, Cak Anam mengaku masih memiliki tanggung jawab moral kepada anggota PWI Pamekasan yang telah memberinya amanah hingga 2028.

“Jangan sampai mengecewakan kepercayaan teman-teman di Pamekasan,” ujarnya.

Di sisi lain, Panitia Konferensi XVI PWI Jatim resmi membuka tahapan penjaringan calon. Ketua Panitia, Machmud Suhermono, menyebut pengambilan formulir dimulai 13-15 Oktober 2026 di Kantor PWI Jatim, Jalan Taman Apsari 15-17 Surabaya.

“Pengambilan formulir bisa dilakukan mulai besok, 13 sampai 15 Oktober 2026 di Kantor PWI Jatim,” jelas Machmud.

Setiap bakal calon wajib melengkapi 14 dokumen administrasi, termasuk kartu UKW Utama, SK Kepengurusan, dan pakta integritas. Tantangan terberat adalah mengumpulkan dukungan minimal 10 persen dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) Revisi.

Berdasarkan Surat PWI Pusat Nomor 959/PWI-P/LXXX/X/2026 tanggal 10 Oktober 2026, DPS Revisi ditetapkan sebanyak 418 Anggota Biasa. Artinya, calon harus mengantongi minimal 42 dukungan sah bermeterai.

“Acuan dukungan adalah DPS Revisi yang ditetapkan PWI Pusat. Di luar itu tidak berlaku,” tegas Machmud.

Berkas pendaftaran harus dikembalikan pada 15-20 Oktober 2026. Panitia memastikan tetap membuka layanan di hari Sabtu dan Minggu sebelum hasil verifikasi dikirim ke PWI Pusat.