PAMEKASAN, terbitan.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Lingkar Melati Bersatu (LMB) Kabupaten Pamekasan terkait maraknya rokok ilegal di Madura sempat berlangsung ricuh, Selasa (13/10/2026).

Kericuhan dipicu lantaran massa meminta Kepala Bea Cukai Madura untuk menemui langsung massa aksi di lokasi, namun permintaan tersebut tidak terpenuhi. Pihak Bea Cukai menyebut pimpinan sedang berada di luar kota.

Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Hendra itu awalnya berjalan tertib. Massa datang dengan membawa rilis pernyataan sikap bertajuk “Usut Mesin Rokok Ilegal, Bongkar Jaringan Bos Besar”.

Dalam orasinya, Hendra mendesak agar Bea Cukai Madura tidak hanya menindak pekerja kecil, tetapi berani membongkar jaringan besar yang diduga menjadi pemilik modal dan pengendali mesin produksi rokok tanpa izin.

“Jika pekerja kecil bisa diperiksa, mengapa pemilik modal dan pihak yang diduga mengendalikan jaringan tidak ditelusuri sampai tuntas?” teriak Hendra.

Menurutnya, keseriusan Bea Cukai Madura dalam menjalankan pengawasan dipertanyakan.

“Bea Cukai Madura harus membuktikan keseriusannya dalam menjalankan pengawasan, bukan sekadar hadir ketika persoalan mencuat, kemudian membiarkannya kembali menjadi tanda tanya,” tegas Hendra.

Situasi sempat memanas ketika massa meminta Kepala Bea Cukai Madura hadir menemui mereka. Setelah mendapat informasi bahwa kepala kantor sedang berada di luar kota, massa aksi sempat terlibat adu argumen dengan petugas pengamanan dan mencoba merangsek masuk. Beruntung, situasi dapat kembali dikendalikan.

Dalam tuntutannya, massa membawa daftar 23 nama bos besar yang diduga berkaitan dengan kepemilikan dan pengendalian rokok ilegal, serta dua perusahaan, yakni CV Romitani dan PR Sekawan Mulia yang diminta segera disidak.

Adapun 5 tuntutan resmi LMB yakni, sidak dan periksa CV Romitani dan PR Sekawan Mulia, usut tuntas 23 bos besar, segel dan hentikan operasional mesin rokok tak berizin, sita barang bukti dan jatuhkan sanksi berat tanpa tebang pilih, serta telusuri aliran pita cukai dan distribusi rokok.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa aksi.