Keunggulan Vaksin AstraZeneca yang Wajib Diketahui

  • Bagikan

BISNISVaksin AstraZeneca, vaksin Pfizer dan Vaksin Moderna menjadi kandidat vaksin terkuat yang memberikan harapan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Ketiganya diklaim ampuh melawan virus covid-19. Hasil uji klinis tahap akhir dari vaksin AstraZeneca memiliki kemanjuran rata-rata 70%. Namun, di lain sisi vaksin AstraZeneca juga memiliki keunggulan yang wajib Anda ketahui. Berikut keunggulannya:

1. Harga Lebih Murah
Calon vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNtech akan dijual sekitar USD 20 atau setara Rp. 280 ribu per dosis dan vaksin Moderna diperkirakan akan dijual dengan harga sekitar USD 37 atau Rp. 518 ribu per dosis. Sementara vaksin dari Oxford-AstraZeneca yang masuk dalam program COVAX oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan dijual sekitar USD 3 atau Rp. 43 ribu per dosis, lebih murah dari harga vaksin lainnya sehingga bersahabat untuk negara berpenghasilan menengah ke bawah.

2. Suhu Penyimpanan Rendah
Vaksin Covid-19 harus disimpan dalam tempat penyimpanan khusus dengan suhu rendah agar kualitasnya tidak menurun dan mudah rusak. Sama halnya dengan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNtech dilaporkan harus disimpan dalam suhu minus 70 derajat celcius sehingga proses pendistribusiannya mungkin relatif lebih sulit dibanding kandidat yang lain.
Sementara itu, vaksin Covid-19 dari Moderna bisa disimpan sampai 6 bulan di suhu minus 20 derajat celcius dan vaksin dari AstraZeneca jadi yang paling mudah karena bisa disimpan pada suhu lemari es atau pendingin reguler.

Baca juga:  Kolaborasi Sukseskan Vaksinasi Covid-19 bagi Awak Media

3. Sudah Dipesan Negara Maju
Karena dianggap salah satu kandidat terdepan dalam pembuatan vaksin covid-19 dengan kemudahan pendistribusian, beberapa negara maju telah memesan vaksin Astrazeneca ini. Negara maju tersebut meliputi, Italia, Jerman, Belanda dan Perancis yang telah membayar uang muka US$ 843,2 juta untuk memesan 300 juta dosis vaksin.

Pada Mei 2020 yang lalu, pemerintah Amerika Serikat juga telah memesan 300 juta dosis vaksin AstraZeneca dan menjanjikan memberikan dana sebesar US$1,2 miliar untuk mempercepat penemuan vaksin ini. Selain negara maju, Indonesia juga ikut serta dalam memesan Vaksin AstraZeneca ini. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan, Indonesia telah memesan sebanyak 100 juta dosis vaksin AstraZeneca yang direncanakan akan tersedia di Indonesia pada tahun 2021 mendatang.

Baca juga:  Kolaborasi Sukseskan Vaksinasi Covid-19 bagi Awak Media

4. Mudah dalam Distribusi
Vaksin AstraZeneca dibuat dari platform vektor adenovirus yang disuntikkan virus tidak aktif untuk merangsang respons kekebalan tubuh terhadap virus. Hal ini membuatnya lebih stabil daripada vaksin yang dibuat menggunakan mRNA dari Pfizer dan Moderna dengan menyuntikkan materi genetik yang menyebabkan tubuh mereka menjadi bagian dari virus, sehingga memicu respons kekebalan.

Stabilitas yang dimiliki AstraZeneca ini membuatnya dapat disimpan, diangkut, dan ditangani pada suhu lemari es normal antara 3 derajat Celcius dan 8 derajat Celcius selama enam bulan. Setelah didistribusikan ke tempat tujuannya, vaksin ini dapat dikelola dalam alat perawatan kesehatan yang ada, Sehingga tidak membutuhkan investasi lemari penyimpanan ultra-dingin yang mahal.
Jauh berbeda dengan vaksin Pfizer yang membutuhkan sistem transportasi rantai dingin sehingga harus diangkut pada suhu minus 70 derajat Celcius dengan sistem gudang bandara dan kendaraan berpendingin serta harus terus dipantau suhu GPS.

Baca juga:  Kolaborasi Sukseskan Vaksinasi Covid-19 bagi Awak Media

Sampai vaksin benar-benar siap digunakan, tetaplah patuhi protokol kesehatan. Namun, jika Anda merasa kurang sehat segera hubungi dokter, dengan membuat janji terlebih dahulu menggunakan Aplikasi Halodoc. Selain itu, Halodoc juga menyediakan layanan pendaftaran untuk rapid test atau swab test di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia. Yuk segera download Halodoc.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: