Sekda Bondowoso Mangkir Panggilan Penyidik untuk Tahap Dua

Eko Saputro SH. MH Kuasa Hukum saksi pelapor Alun TS

BONDOWOSO, Terbitan.com – Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Bondowoso, Syaifullah mangkir dari panggilan penyidik untuk pelimpahan berkas perkara bersama barang/alat bukti.

Diketahui, Sekda Syaifullah sebagai tersangka, rencananya hari Selasa, 28/7/2020 hendak dilimpahkan oleh penyidik ke jaksa penuntut umum (JPU)

Baca Juga :

Hal itu diutarakan oleh Eko Saputro SH, MH, kuasa hukum dari saksi pelapor Alun TS, bahwa Sekda tidak hadir memenuhi panggilan tim penyidik. Pihaknya berharap yang bersangkutan kooperatif.

“Jadi tidak ada gunanya mengulur waktu, tidak ada gunanya mempersulit proses hukum. Saya selaku kuasa hukum dari saksi pelapor menyampaikan terima kasih kepada Penyidik Polres Bondowoso,” ungkapnya.

Selama proses ini, sambung Eko, Polres Bondowoso mau menerima dan memproses laporan atau pengaduan secara profesional. Walaupun orang yang dilaporkan adalah pejabat di Kabupaten Bondowoso.

“Ini membuktikan bahwa penegakan hukum di Polres Bondowoso tidak tumpul ke atas, melainkan sebaliknya,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya kecewa karena tidak dilakukan penahanan kepada tersangka. Lantaran tersangka diduga telah berusaha mengulangi lagi perbuatannya.

“Tersangka dengan mengintimidasi klien kami dan saksi dalam perkara ini. Seharusnya itu sudah cukup alasan bagi penyidik untuk melakukan penahanan, apalagi tadi pagi panggilan untuk tahap dua tersangka tidak hadir,” terangnya.

Lebih tegas Eko, kasus Syaifullah terkait dengan dugaan tindak pidana tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau memaksa orang lain supaya melakukan atau tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan kekerasan atau ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud pasal 45B UU No 19/2016 tentang perubahan atas UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, pasal 45 ayat (3) jo pasal 29 UU No. 11/2008 jo. Pasal 335 KUHP sudah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Penuntut Umum.

Dengan demikian kata Eko, tugas penyidik sudah selesai melakukan Penyidikan sebagaimana dimaksud pasal 1 angka 2 KUHAP dan tinggal Penuntut Umum melakukan Penuntutan dengan melimpahkan perkaranya ke Pengadilan Negeri guna diperiksa/disidangkan dan di putus (vonis).

“Jadi, kalau tersangka Syaifullah merasa tidak bersalah. Seharusnya dia buktikan di pengadilan, bukan malah menghambat proses penyidikan,” pungkasnya.

Pos terkait