Warga Taal Ngeluruk Kejaksaan Bondowoso, Diduga Adukan Kades Sewakan TKD Tanpa Prosedur

Warga Taal saat mendatangi Kejaksaan Negeri Bondowoso

BONDOWOSO, Terbitan.com – Sejumlah warga Desa Taal Kecamatan Tapen, di dampingi BPD (Badan Permusyawarahan Desa) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Mereka mengadukan kades Taal yang diduga menyewakan tanah kas desa yang dianggap tanpa prosedur.

Dimana seharusnya proses penyewaan tanah tersebut, harus sepengatahuan BPD (Badan Permusyarahan Desa). Namun prosedur tersebut ditinggalkan.

Bacaan Lainnya

Sejumlah perwakilan warga tersebut, juga membawa surat pernyataan BPD Taal. Isinya, bahwa mereka tak pernah menandatangani surat terkait status tanah kas desa. Surat itu, ditandatangani ketua dan anggota BPD, dengan jumlah tujuh orang.

Salah seorang tokoh masyarakat yang ikut mengadukan, Haryono mengatakan, berdasarkan laporan warga, tanah kas desa disewakan secara ilegal. Seharusnya tiga tahun, diperpanjang menjadi lima tahun.

“Selain itu, tanah kas desa tersebut disewakan tanpa pengetahuan BPD dan masyarakat. Dalam akad sewanya BPD harus tanda tangan. Ternyata tidak begitu, ” katanya.

Dijelaskannya juga, bahwa luasan lahan yang disewakan sekitar 10 hektar. Yakni disewakan ke pengusaha tebu. Namun hal itu tidak dibicarakan di musyawarah desa (Musdes).

Dia juga menyayangkan tanah kas desa itu disewakan. Padahal jika dikelola sendiri bisa menghasilkan Rp 500 juta per tahun. Sementara jika disewakan hanya Rp 60 juta per panen.

“Sudah ada upaya komunikasi dengan Kades. Tidak ada jalan keluar, karena Kades tak mau menemui. Kami juga dengan BPD, tapi Kades tak mau menemui,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Taal, Welly Verianto tak mau menjawab saat ditelpon. Bahkan dia enggan memberikan penjelasan terkait tanah kas desa tersebut saat dikonfirmasi via WhatsApp.

“Sudah dah mas. Minta tolong. Minta jangan ramai,” katanya melalui pesan singkat.

Pos terkait