Anggaran Desa Susah Cair, Kades di Kepsul Demo BPKAD

  • Bagikan
Sirajudin Umasangdji Kepala Desa Waitina

SANANA, Terbitan.com – Kantor Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terancam didemo.

Hal itu disuarakan oleh Sirajudin Umasangdji Kepala Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang mengaku sudah memasuki bulan IV, tunjangan BPD, Aparat Desa, staf sara, imam, dan semua perangkat desa belum cair juga, “ungkap Srajudin saat diwawancarai awak media di Kantor BPKAD, Senin (13/04/21)

Lanjut Sirajudin, Dia Juga menuntut instansi yang memiliki keweangan menyalurkan DD dan ADD, segera mencairkan dana yang tertunggak selama berbulan-bulan, “Saya datang hari Rabu dijanjikan Kamis, Kamis bilang Jum’at, sampai sekarang hari Senin belum juga ada kejelasan.

Baca juga:  Pelantikan Kepala Desa se -Kabupaten Kepulauan Sula saat pandemi Covid -19

Dia mempertanyakan kendala yang dihadapi BPKAD sehingga pencairan anggaran DD maupun ADD hingga saat ini belum terealisasi, “Bahkan siap membayar upah kerja Kepala Dinas asalkan BPKAD segera terbitkan SPM dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), “kata Sirajudin.

Tambah Sirajudin, Jika SPM dan SP2D itu keluar harus kami bayar, maka bilang supaya kami bayar. Pak kadis, Sekretaris dan Kasubag keuangan, kalau gaji dan tunjangan bapak belum mencukupi kebutuhan sehari-hari, bilang saja nanti kami bayar supaya SP2D dan SPM bisa selesai,” kesalnya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Kecam Aksi Kekerasan Israel Pada Warga Palestina

Sementara itu, Kepala Bidang Akutansi BPKAD Kepsul, Ilham Yamin ketika diwawancarai awak media di ruang kerjanya, menjelaskan, kelengkapan berkas merupakan syarat proses terbitnya SPM dan SP2D.

Menurut Ilham, pengurusan DD itu bukan cuma satu desa, tapi semua desa yang ada di Kepulauan Sula harus direkap dulu mana yang berkasnya lengkap, baru ajukan permintaan lanjutan, jadi berkas beberapa desa yang baru masuk sudah diproses, “kata Ilham.

Baca juga:  Presiden Jokowi Kecam Aksi Kekerasan Israel Pada Warga Palestina

Jadi semuanya akan diproses, setelah dapat nomor SPD dikembalikan ke bendahara untuk buat SPP sesuai dengan mekanismenya, Namun pagi ini sudah terbit SPM dan sekarang ini, sudah buat SP2D, “katanya. {GNS}

  • Bagikan