MADIUN,terbitan.com – Keberadaan kabel jaringan WiFi yang terpasang semrawut dan menggantung rendah di wilayah Dukuhan Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, menuai keresahan warga. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Pemberitahuan tersebut pertama kali disampaikan melalui unggahan akun Riyadi di grup Facebook Info Cepat Caruban (ICC). Dalam unggahannya, Riyadi meminta pengusaha WiFi yang jaringannya berada di Dukuhan RT 09 agar segera membenahi instalasi kabel dalam waktu 2×24 jam. Apabila tidak dilakukan perbaikan, warga menyatakan akan melakukan pemutusan kabel secara mandiri.

Unggahan itu menyebutkan bahwa sebelumnya di Dukuhan RT 08 telah terjadi insiden dua orang warga terjerat kabel WiFi yang terpasang terlalu rendah, sehingga memicu kekhawatiran warga akan potensi korban berikutnya.

Unggahan tersebut langsung memicu gelombang komentar dari warga. Akun Mas R menuliskan, “Pedot ae ngko lak disambung neh,” yang mengisyaratkan agar kabel langsung diputus.
Sementara akun OmDut Dutta menilai tidak perlu menunggu tenggat waktu. “Langsung potong aja, nggak usah nunggu etikat baik soale udah kejadian,” tulisnya.

Komentar serupa juga disampaikan akun Classic In, yang mengaku pernah menjadi korban. Ia menuliskan bahwa dirinya pernah terjerat kabel WiFi hingga mengenai leher saat malam hari.
Akun Dimas Tosu Ronggolawe menegaskan, “Daripada ada korban lagi, langsung putus ae.”

Nada kritik semakin menguat saat akun Fata Hila mempertanyakan kebijakan tenggat waktu 2×24 jam dan alasan keluhan disampaikan melalui media sosial. Ia menilai, jika kondisi sudah membahayakan, seharusnya ada tindakan cepat tanpa menunggu korban tambahan.

Sementara itu, akun Kelowo menyoroti aspek aturan teknis pemasangan kabel. Ia menyebut pemasangan kabel WiFi tersebut jelas melanggar ketentuan ketinggian instalasi jaringan.
Komentar bernada sindiran juga disampaikan akun Teguh Budianto yang mempertanyakan logika menunggu tenggat waktu ketika risiko kecelakaan sudah nyata.

Akun lain seperti Cak Dipo, Dani Setiawan, Peserta Anonim, hingga Yubi Yuba juga sepakat bahwa kabel yang dinilai membahayakan seharusnya segera diputus atau ditertibkan demi keselamatan warga.

Warga berharap para pengusaha WiFi dapat segera merespons keluhan tersebut secara bertanggung jawab dengan menata ulang jaringan sesuai standar keselamatan dan ketentuan yang berlaku. Mereka menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan bisnis.

sementara warga masih menunggu langkah konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa.