Berulang kali Aniaya Sang Istri, Oknum Polisi Ini Diduga Kebal Hukum

SANANA, Terbitan.com – Brigpol Abdilla Tidore (33), Oknum Polisi yang bertugas di Polres Kepulauan Sula berulangkali melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan Perselingkuhan terhadap pasangan hidupnya, Rita Umaternate (36) alias Ita diduga kabal hukum.

Waka Polres Kepulauan Sula Kompol Arifin La Ode Buri, dalam konferensi pers yang digelar diruang Wakapolres, Rabu (13/05/20), menuturkan, bahwa kasus ini bermula dari (TA) 2014 yang dilaporkan bulan Juni 2015, saat itu dirinya sendiri yang menjadi Kasat Reskrim dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), “Kasus yang dilaporkan pada Juni 2015 telah mendapat putusan incraht oleh PN Labuha pada September 2015”, menurut Wakapolres dalam keterangannya.

Baca Juga :

Selanjutnya Oknum Polisi Brigpol Abdilla Tidore kembali dilaporkan isterinya di Bulan September 2019 dengan dugaan laporan ‘Penelantaran dalam lingkup Rumah Tangga’ dengan Undang -Undang yang sama yakni UU. No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Kemudia Rita kembali melaporkan suaminya Oknum Polisi Brigpol AT diduga atas dasar sikap Brigpol AT yang tidak berubah, dugaan melakukan KDRT karena disinyalir AT mempunyai WIL (Wanita Idaman Lain-red) yang berujung penelantaran keluarga.

Akan tetapi Rita sebagai Istrinya merasa kecewa dan berdalih bahwa dirinya adalah isteri Sah Oknum Polisi Brigpol Abdilla Tidore berdasarkan perkawinan yang Sah serta belum pernah diputuskan Perkawinannya oleh Pengadilan Agama manapun, sehingga hak atas nafkah lahir dan bathin bagi diri serta anak-anaknya adalah mutlak adanya.

Pada kasus yang kedua ini, Brigpol Abdilla Tidore malah mendapatkan putusan bebas, Hakim menilai Brigpol Abdilla Tidore tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh JPU. Putusan bebas Hakim tertanggal 23 April 2020 ini belum diketahui apakah Jaksa akan melakukan banding atau tidak, sehingga belum mempunyai kekuatan Hukum yang tetap.

Namun seorang Ibu Bhayangkari ini merasakan tidak ada perubahan dari prilaku suaminya, melakukan aduan kembali. Bahkan aduan ini dilayangkan sebelum putusan Hakim pada kasus yang kedua, tercatat tanggal 16 Maret 2020,

Namun Rita kembali mengadukan dan ingin melaporkan kasus yang terjadi November 2014 terkait KDRT agar dibuka kembali, karena menurutnya Putusan Hakim saat itu dipengaruhi oleh Pemberian Maaf dirinya dan Surat Pernyataan dari oknum Polisi Brigpol Abdilla Tidore

“Dalam putusan itu (pemberian maaf) dari saya yang berujung pada surat pernyataan suami saya menjadi pertimbangan Hakim dalam memutuskan perkara. Namun pada saat itu, Saya berharap tidak ada perbuatan yang sama dikemudian hari, atau ada efek jera dari suami saya, akan tetapi yang terjadi suami saya mengingkari semua pernyataannya”, ujar Rita beberapa hari lalu.

Sementara itu, Ketika disingung sala satu wartawan, apakah aduan Ibu Rita kali ini akan di proses mengingat hal ini pernah dilaporkan sebelumnya serta sudah mendapatkan vonis hakim dan juga apakah seseorang bisa kembali di hukum pada satu perbuatan yang sama. Serta apakah yang bersangkutan bisa dicopot dari Anggota Polisi mengingat perbuatannya yang berulang kali.

KBO Reskrim Polres Kepulauan Sula, IPDA Abdul Rahim Umaternate, menjelaskan bahwa Kasus yang diadukan diantaranya, Kasus lama yang terjadi di (TA) 2014 terkait KDRT, serta dugaan kasus baru dugaan Perselingkuhan dan Perzinahan tahun 2019, dan sampai saat ini baik pihak reskrim dan Propam Polres Kepulauan Sula masih melakukan pendalaman, “katanya.

Menanggapi sebuah pertanyaan wartawan tadi, dalam konpres siang kemarin Wakapolres mengatakan, bahwa, Kita masih menunggu putusan Incraht dari Pidana umumnya, kan putusan kemarin belum mempunyai kekuatan hukum tetap, serta juga hasil Lidik dari rekan-rekan Sat Reskrim”, ujar Kompol Arifin

Lanjut Kompol Arifin mengatakan, jika diperlukan tindakan tegas kita akan lakukan mengingat yang bersangkutan sudah melakukan perbuatan yang berulang-ulang, “Sidang Disiplin sudah pernah dijalankan, jika terbukti melakukan lagi bisa kita naikan sidang yang lebih tinggi yakni kode etik yang nanti akan disidangkan oleh komisi Kode Etik menyangkut Profesi.

“Hanya saja saya harap semua bisa bersabar biar Kami mendalami dan melakukan proses sesuai aturan Hukum dan Perundang-undangan yang berlaku atas dugaan kasus ini, mengingat salah satu yang diadukan itu kasus tahun 2014, kasus lampau, jadi kami perlu betul-betul mendalami,” kata orang nomor dua di Polres Kepulauan Sula.

Sementara itu, Hadir dalam Konpresi Pers tersebut mendampingi Wakapolres, KBO Reskrim, IPDA Abdul Rahim Umaternate serta Paur Humas Polres Kepulauan Sula, Bripka Suwandi Sangadji. {GNS}

Pos terkait