Perlu Diketahui, Bahaya Disinfektan jika Terkena Tubuh

ISTIMEWA : Bilik Disinfektan

JAKARTA, Terbitan.com – Cairan disinfektan diyakini bisa membersihkan benda dari virus, termasuk covid-19 (new coronavirus). Maka tak sedikit orang yang membeli dan atau membuat sendiri cairan itu. Namun, bagaimana jika disinfektan terkena tubuh?

“Cairan disinfektan merupakan cairan kimia bersifat basa, sehingga berbahaya apabila mengenai mata,” ujar dr. Arini Astasari Widodo, SpKK, kepada Medcom.id.

Bacaan Lainnya

Ia memaparkan bahwa cairan disinfektan akan membuat trauma kimia di mata yang akan membuat luka di kornea. Selain itu, meningkatan tekanan bola mata dan kematian sel punca di permukaan bola mata.

Dalam jangka panjang, desinfektan menyebabkan pembentukan jaringan parut di kornea hingga menyebabkan kebutaan. Tidak hanya bagian mata, disinfektan juga akan mengiritasi saluran napas dan area genitalia.

“Sehingga pemakaian pada area ini selayaknya dihindari. Sedangkan disinfektan adalah sesuatu yang disemprotkan pada permukaan benda mati seperti meja, kaca, pegangan tangga, dan lain-lain,” paparnya.

Disinfektan juga dapat menyebabkan dermatitis kontak. Salah satunya, peradangan terhadap kulit, yang dalam hal ini dipicu oleh kontak terhadap bahan kimiawi.

dr. Arini menyatakan, dermatitis kontak yang terjadi dapat berupa reaksi iritasi atau reaksi alergi. Reaksi iritasi lebih sering terjadi dibandingkan reaksi alergi.

“Reaksi kulit umumnya dapat berupa kulit kering, pecah-pecah, perih, dan kadang kala gatal,” jelasnya.

Sementara itu, isi bahan aktif antara antiseptik dan disinfektan sering kali serupa, misalnya hydrogen peroksida, alkohol, klorheksidin. Namun, tentunya formulasi yang digunakan untuk benda mati (disinfektan) dan yang digunakan khusus untuk kulit (antiseptik) berbeda spektrum keamanannya untuk kesehatan kulit.

“Umummya konsentrasi pada disinfektan lebih tinggi dibandingkan antiseptik. Oleh karena itu, produk disinfektan lebih berbahaya bila terpapar pada kulit. Pakailah produk antiseptik yang didesain khusus untuk kulit,” pungkasnya.

Sumber: Medcom.id

Pos terkait