SMSI Sampang Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan Tempo di Surabaya

  • Bagikan
Ketua SMSI Kabupaten Sampang Mohammad Fauzan

SAMPANG, Terhitan.com – Peristiwa tindakan penganiyaan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi di Surabaya beberapa waktu lalu memantik reaksi insan pers di tanah air.

Berbagai kecaman datang dari berbagai organisasi wartawan dan beberapa organisasi media, terbaru datang dari organisasi pemilik perusahaan media, yakni Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kabupaten Sampang Madura

Ketua SMSI Kabupaten Sampang Mohammad Fauzan meminta Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk segera mengambil langkah dengan mengusut tuntas tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum petugas terhadap Nurhadi

Baca juga:  Anggaran Desa Susah Cair, Kades di Kepsul Demo BPKAD

“Agar tidak semakin memantik reaksi, saya kira Polda Jatim harus segara mengambil langkah tegas, mengusut siapa oknum yang telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap Nurhadi, Jurnalis Tempo”, ujarnya Selasa, (30/3/21)

Menurutnya tindakan oknum tersebut sangat menyakiti hati para insan pers dan dinilai telah mencederai kemerdekaan pers

Wartawan yang di dalam bertugas telah nyata dilindungi oleh undang-undang, oleh sebab itu kepadanya juga wajib mendapatkan perlindungan secara hukum

“Sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 UU 40 Tahun 1999, dinyatakan bahwa dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum,” imbuhnya.

Baca juga:  SMSI Sampang Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H

Fauzan menambahkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis Tempo di Kota Surabaya adalah hal yang tidak bisa dianggap sepele dan tidak dapat dibiarkan

Sebab menurutnya jika dibiarkan akan menjadi sebuah ancaman bagi keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara dalam menganut azaz kebebasan berekspresi.

Baca juga:  Tak Lagi Meminta Piring Putih Atau Pencabutan Dumas di Polres! Surya Baya, Cuma Meminta PT BEK Secara Sportif dan Gentleman Mengakui Kesalahannya

“Satu-satunya jalan, adalah segera mengusut dan mengadili oknum yang terlibat dalam dugaan kekerasann di Surabaya itu”, tutupnya.

  • Bagikan