PAMEKASAN, terbitan.com – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Upacara pembukaan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Pembukaan TMMD ke-130 ini dihadiri Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Andi Tirtawansyah yang mewakili Danrem 084/Bhaskara Jaya, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pamekasan.
Komandan Kodim 0826/Pamekasan selaku Dansatgas TMMD mengungkapkan alasan pemilihan Desa Jarin sebagai lokasi. Desa tersebut dinilai masih tertinggal dan belum pernah tersentuh program TMMD.
“Desa Jarin ini memang belum pernah tersentuh TMMD, desa ini cukup kami lihat tertinggal sehingga butuh sentuhan. TMMD ini bukan cuma milik TNI, TMMD ini milik seluruh lapisan masyarakat,” tegas Dandim, Selasa (13/10/2026).
Untuk menyukseskan program ini, TNI mengerahkan 150 personel gabungan. Sejumlah sasaran fisik dan non-fisik disiapkan untuk memberikan dampak langsung kepada warga.
Sasaran fisik meliputi pengaspalan jalan, pembuatan Tanggul Penahan Tanah (TPT), rehab 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan pembuatan 2 titik sumur bor. Sementara sasaran non-fisik berupa sosialisasi kesehatan, posyandu, dan pemberdayaan masyarakat.
Dandim juga menyoroti tingginya antusiasme warga yang sudah terlihat sejak tahap Pra-TMMD.
“Antusiasme cukup tinggi, di luar ekspektasi kami. Masyarakat sangat antusias membantu. Kita bekerja, tiba-tiba mereka datang ‘Ayo Pak kita bantu’. Masyarakat tidak perlu takut tentara, tentara jangan jauh dari masyarakat, bersama-sama membangun desa,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TMMD ke-130. Pemkab Pamekasan menghibahkan anggaran sebesar Rp2 miliar.
“Dukungan kami dari sisi pemikiran sudah berjalan bersama. Dari sisi anggaran, Alhamdulillah seperti tahun sebelumnya kita sediakan anggaran Rp2 miliar. Sangat terasa, terbukti tahun lalu di Telanakan masyarakat sangat terbantu,” kata Bupati.
Menurut Bupati, kekuatan TMMD terletak pada semangat gotong royong tanpa upah, sehingga nilai manfaatnya jauh lebih besar dari anggaran yang dikeluarkan.
“Tidak ada yang dibayar. Masyarakat kalaupun membantu dengan gratis, membuktikan darma bakti kita kepada bangsa dan negara,” imbuhnya.



