Disdik Sampang Imbau Sekolah Tak Tahan Buku Tabungan KIP Milik Siswa

  • Bagikan
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Ahmad Mawardi

SAMPANG, Terbitan.com – Rawannya oknum Sekolah menahan buku tabungan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang terisi dengan Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Sampang mendapat respons dari Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun terbitan.com, kerap terjadi salah paham antara wali murid dengan Guru lantaran buku rekening tabungan KIP ditahan oleh pihak sekolah.

Menanggapi hal itu, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Ahmad Mawardi menjelaskan secara aturan bahwa pihak sekolah dilarang memegang tabungan KIP milik siswa.

Baca juga:  Disporabudpar Sampang Kembali Tegaskan Tempat Wisata Lebih Serius Terapkan Prokes

“Yang benar tabungan itu dipegang siswa atau wali murid, dan melakukan koordinasi dengan para penerima saat akan melakukan pencairan, sekolah wajibnya hanya memfasilitasi,” ungkapnya, Jumat (17/07/2020).

Dengan begitu, ia mengimbau pihak sekolah untuk tidak menahan tabungan yang diisi dengan Program Indonesia Pintar (PIP) tersebut. Sekalipun diwakilkan oleh pihak sekolah saat melakukan pencairan menurut Mawardi harus ada persetujuan dari pihak wali murid.

Baca juga:  Disporabudpar Sampang Kembali Tegaskan Tempat Wisata Lebih Serius Terapkan Prokes

“Benar dimasa pandemi ini pencairan bisa diwakilkan terhadap pihak sekolah. Namun, bukan berarti tabungan itu ditahan, semua harus ada di siswa atau wali murid, panggil saja mereka saat akan melakukan pencairan, yang benar begitu,” jelasnya.

Secara mekanisme, menurutnya dalam pencairan PIP meski dalam satu sekolah memang tidak bersamaan, akan ada beberapa tahap dan secara acak data penerima datang dari pusat.

Baca juga:  Disporabudpar Sampang Kembali Tegaskan Tempat Wisata Lebih Serius Terapkan Prokes

“Tidak bersamaan mas, itu ada tahapan kadang ditahap pertama misalnya salah satu sekolah ada lima siswa dan yang lain masuk tahap berikutnya, secara acak data penerima datang dari pusat,” pungkasnya. (Adie)

  • Bagikan